10 Makanan yang Bagus untuk Kesehatan Otak Saat Memasuki Usia 40-an

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB
Ilustrasi kacang kenari, salah satu makanan yang baik untuk kesehatan otak. (Freepik)
Ilustrasi kacang kenari, salah satu makanan yang baik untuk kesehatan otak. (Freepik)

 
 
RIAUPOS.CO - Asupan makanan di usia 40-an, menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan otak untuk bekerja dengan baik, termasuk dalam menjaga daya ingat, konsentrasi, suasana hati, dan fungsi kognitif.

Memilih makanan yang kaya nutrisi dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

Sebaliknya, terlalu sering mengonsumsi makanan ultra-proses, gula dalam jumlah berlebihan, serta sumber lemak yang kurang sehat dapat berdampak kurang baik bagi tubuh. 

Baca Juga: ISPU Kampar Capai 185, BPBD Tetap Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Memasuki usia 40-an, menjaga kesehatan otak tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan. Pola makan yang beragam dan seimbang, disertai aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat, dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan fungsi kognitif.

10 makanan berikut dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga fungsi otak, terutama ketika memasuki usia 40-an.Dilansir dari NDTV

1. Ikan berlemak

Baca Juga: Buka Tutup di Empat Titik Jalintim Masih Diberlakukan, Pengendara Keluhkan Lamanya Durasi Antrean

Ikan seperti salmon, sarden, dan makarel merupakan sumber asam lemak omega-3. Nutrisi ini berperan dalam mendukung struktur sel otak serta komunikasi antarsel saraf. Memasukkan ikan berlemak ke dalam menu secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak.

2. Blueberry

Buah berwarna biru keunguan ini kaya akan antosianin dan senyawa antioksidan lainnya. Kandungan tersebut dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif sekaligus mendukung fungsi kognitif. Blueberry dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan ke dalam yoghurt dan oatmeal.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Tom Haye Kartu Merah, 10 Pemain Timnas Indonesia Tahan Imbang Malaysia 0-0

3. Kacang kenari

Kenari mengandung asam alfa-linolenat, vitamin E, serta berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berperan dalam melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Kenari juga dapat menjadi pilihan camilan yang praktis dan bernutrisi.

4. Telur

Baca Juga: RUPSLB BRK Syariah Tetapkan Calon Pengurus Bank, Ini Daftar Namanya

Telur merupakan sumber kolin, nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi penting, termasuk pembentukan asetilkolin yang berkaitan dengan proses belajar dan memori. Selain itu, telur juga mengandung sejumlah vitamin B yang mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

5. Sayuran berdaun hijau

Bayam, kale, dan berbagai sayuran berdaun hijau menyediakan vitamin K, folat, lutein, serta beta-karoten. Berbagai zat gizi tersebut berperan dalam mendukung kesehatan tubuh, termasuk fungsi otak. Menjadikan sayuran hijau sebagai bagian dari menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

Baca Juga: Tujuh Nasabah BTPN Syariah Kecamatan Sungai Apit Raih Hadiah Umrah lewat Program Umrah Satu Pesawat

6. Biji labu

Biji labu mengandung sejumlah mineral, seperti magnesium, seng, zat besi, dan tembaga. Mineral tersebut memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk mendukung kerja sistem saraf. Biji labu bisa dikonsumsi sebagai camilan atau ditaburkan pada salad dan oatmeal.

7. Kunyit

Baca Juga: Asap Karhutla Belum Hilang, BPBD Inhil Tunda Penarikan Personel

Kunyit memiliki senyawa aktif bernama kurkumin yang dikenal mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Bumbu yang umum digunakan dalam masakan Asia ini dapat menjadi tambahan makanan sehari-hari untuk memperkaya asupan senyawa bioaktif.

8. Alpukat

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan juga menyediakan folat serta vitamin E. Kandungan tersebut menjadikannya pilihan makanan bernutrisi yang dapat mendukung pola makan sehat. Alpukat dapat disantap langsung, dijadikan campuran salad, atau diolah menjadi olesan roti.

Baca Juga: Sopir Angkutan Rohul Membandel, Sudah Diingatkan Tetap Nekat tanpa Terpal, Dishub Bertindak

9. Teh hijau

Teh hijau mengandung L-theanine serta senyawa antioksidan. L-theanine diketahui berkaitan dengan kondisi relaksasi dan perhatian, sementara kandungan antioksidannya turut mendukung perlindungan sel dari stres oksidatif. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan toleransi terhadap kafein.

10. Brokoli

Baca Juga: DPRD Inhu Tuntas Bahas Perubahan APBD 2026, Besok Dijadwalkan Paripurna Pengesahan

Brokoli mengandung vitamin K, antioksidan, serat, dan berbagai senyawa bioaktif. Nutrisi tersebut dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Agar kandungan nutrisinya tetap terjaga, brokoli dapat dimasak dengan metode sederhana seperti dikukus atau ditumis sebentar.

Editor : M. Erizal
Sumber : jawapos.com
usia 40 asupan makanan kesehatan otak