Tips Aman Berkendara saat Jarak Pandang Terbatas Akibat Asap

Siti Azura • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:43 WIB
Suasana jalanan saat kabut asap. (Istimewa)
Suasana jalanan saat kabut asap. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Di tengah kepungan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, jalan raya bertransformasi menjadi medan yang penuh risiko bagi para pengendaranya. Bagi para pecinta roda dua, jarak pandang terbatas (low visibility) bukan sekadar tantangan manuver, melainkan ujian nyata terhadap kesadaran keselamatan di atas aspal. 

Kesiapan kendaraan dan teknik berkendara yang tepat menjadi kunci mutlak agar tetap selamat sampai tujuan. PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) selaku distributor sepeda motor Honda di wilayah Riau memberikan tips cari aman berekendara saat dilanda kabut asap melalui Instruktur Safety Riding yang tersertifikasi, Arif Rahman H, Instruktur Safety Riding yang tersertifikasi.

Arif mengatakan tips pertama ialah menggunakan perlengkapan berkendara (riding gear). Menurutnya, keselamatan di tengah jarak pandang terbatas dimulai dari perlengkapan yang melekat di tubuh pengendara. "Riding gear memegang peranan krusial untuk memastikan rider tetap aman dan terdeteksi oleh pengguna jalan lain," ujarnya.

Baca Juga: JNE Raih Sertifikasi Halal Layanan Logistik dari BPJPH

Adapun riding gear yang dimaksud adalah helm full face dengan visor bening (clear visor). Penggunaan visor transparan yang bersih menjadi syarat wajib agar visibilitas tetap maksimal. Kemudian, jaket reflektif dan sarung tangan serta masker respirator (N95/KN95).

Tips berikutnya ialah optimalkan fitur keamanan dan pencahayaan kendaraan. Penguasaan terhadap instrumen sepeda motor menjadi benteng pertahanan berikutnya saat melibas rute berselimut asap.

Fitur keamanan yang dimaksud ialah sistem pencahayaan utama (low beam). Kemudian fitur pengereman terukur atau Combi Brake System (CBS). "Abu sisa kebakaran yang bercampur kelembapan udara berpotensi menurunkan daya cengkeram ban. Gunakan kombinasi pengereman depan dan belakang secara halus serta bertahap guna menghindari risiko locked wheel atau selip," terangnya.

Baca Juga: Ribuan Warga Serbu Kebun Nopi, Muklisin Buka Pacu Jalur Mini Semarakkan HUT Kuansing dan Haornas

Penegasan fungsi lampu sein juga tak kalah penting. "Hindari penggunaan lampu hazard saat kendaraan bergerak. Penggunaan indikator sein secara tepat merupakan bentuk komunikasi visual yang valid saat hendak berpindah lajur atau menepi," paparnya.

Sedangkan tips terakhir ialah prediksi bahaya saat berkendara. Menghadapi kondisi blind spot akibat bencana asap menuntut penyesuaian gaya berkendara yang lebih defensif dan terukur.

Untuk itu, pengendara disarankan menjaga jarak aman. Kemudian memanfaatkan marka sisi kiri. "Jadikan garis putih di bahu jalan sebelah kiri sebagai panduan visual utama agar posisi motor tidak melenceng ke tengah jalur lawan," ungkapnya.

Baca Juga: Wawako Pekanbaru Ikuti Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun dan Kabut Asap Berkurang

Terakhir, konfirmasi aman. Manfaatkan klakson dengan ketukan singkat sebagai isyarat keberadaan saat memasuki area persimpangan atau tikungan dengan jarak pandang sangat terbatas.

Melalui edukasi ini, Capella Honda berharap para pengendara sepeda motor dapat lebih waspada dan disiplin dalam menerapkan teknik berkendara yang aman di tengah kondisi cuaca ekstrem. "Utamakan keselamatan dengan selalu memeriksa kesiapan fisik, kelengkapan riding gear, serta kondisi kendaraan sebelum berpergian. Mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang aman dan tertib dengan selalu menerapkan semangat cari aman di setiap perjalanan," tutup Arif.

 

Editor : Rinaldi
tips aman berkendara kabut Asap capella honda jarak pandang