SEOUL (RIAUPOS.CO) – Fans khawatir setelah melihat Haechan NCT menggunakan rokok elektronik saat berada di dalam ruang latihan. Mereka pun menyampaikan keresahan melalui media sosial X, terutama setelah hal tersebut dikonfirmasi oleh agensi SM Entertainment yang menaungi Haechan.
“Dia udah jadwalnya full bgt padet ditambah dia ngevape kek eman bgt bgt kesehatannya takut tambah double burden,” kata @ir40662.
“Semoga pacarku sehat2 terus... dan bisa dimarahin emaknya pas tau dia ngerokok,” harap @munyamunya88.
“Khawatir banget banyak yg normalisasi. Iya itu pilihan dia tapi bukan berarti pilihan itu baik apalagi buat kesehatannya yg sudah bermasalah,” ujar @allovecharice.
“Haechan udah gede tapi kan ngevape/ngerokok gak baik buat kesehatan, semoga sehat selalu dan jaga kesehatan ya chan,” tulis @sampaners23.
Kekhawatiran para penggemar Haechan NCT bukanlah tanpa alasan, karena rokok elektronik atau vape menyimpan potensi bahaya yang tidak bisa diremehkan.
Dilansir dari JawaPos.com melalui laman Ayo Sehat milik Kementerian Kesehatan RI, vape mengandung berbagai bahan kimia yang membahayakan.
Salah satu contohnya adalah diacetyl yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru, seperti bronkiolitis obliterans, yang dikenal juga sebagai ‘popcorn lung’.
Rokok elektronik bekerja dengan memanaskan cairan mengandung nikotin, pelarut, dan perasa, yang kemudian menghasilkan uap yang dihirup penggunanya.
Cairan vape yang dipanaskan menghasilkan aldehida yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu penyakit kanker. Selama ini, vape dianggap lebih sehat daripada merokok, sehingga banyak perokok yang beralih ke vape. Namun persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar.
Pasalnya, vape tetap memiliki risiko kesehatan terutama dengan penggunaan jangka panjang, salah satunya karsinogenik, meskipun tingkatnya lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.
Vaping juga dapat memberikan dampak negatif pada sistem kardiovaskular karena nikotin dalam cairannya meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang bisa berujung pada masalah jantung.
Kemenkes juga mengatakan adanya bukti bahwa vaping dapat memicu respon inflamasi dalam tubuh yang membahayakan kesehatan jantung.
Editor : RP Edwar Yaman