JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dokter yang juga influencer dr Tirta mengumumkan calon presiden (capres) yang akan dipilihnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia punya alasan tersendiri mengapa memutuskan figur jagoannya adalah Anies Baswedan.
dr Tirta mengatakan punya harapan yang besar terhadap salah satu capres. Makanya dengan berbagai pertimbangan dia memilih satu calon. Yakni Anies Baswedan.
"Aku tahu paslon nomor 2 sudah di atas angin di berbagai survei. Aku hargai orang-orang yang memilih beliau. Aku juga tahu paslon nomor 3, cukup dikenal di area Jawa Tengah," ungkap dr Tirta lewat akun Twitter @tirta_cipeng, Ahad (14/1/2024).
"Tapi aku berharap: "What if", "Gimana kalo semisal tokoh ini yg menang". So. Aku memutuskan dukung Pak Anies," sambungnya.
Pemilik nama lengkap dr Tirta Mandira Hudhi ini mengumumkan capres pilihan ke publik karena besarnya harapannya terhadap Anies.
"Hal ini aku ungkapkan, karena aku 100 persen berharap, 'what if'. Aku respect ama teman-temanku yang dikubu 2 dan kubu 3. Aku enggak mau debat horizontal. Tapi ya enggak ada salahnya berharap kan," bebernya.
Dia mengatakan dengan pilihan yang berbeda, semoga tidak menimbulkan perpecahan.
"Tapi once again, aku tetap respect banget. Buat teman-temanku dan ketiga calon, In the end, setelah pilpres, jangan ada permusuhan di antara kita," tuturnya.
Karena telah menentukan capres pilihan, dr Tirta mengatakan akan mengkritisi Anies Baswedan seandainya terpilih jadi presiden, tapi tak sesuai janji saat kampanye.
"Jikalau Pak Anies menang, dan ada program yang enggak jalan, akulah yang akan protes-protes. Sampai jumpa di tanggal 14 Februari 2024 kawan," ungkapnya.
Pemilik usaha sepatu ini tak ingin berdebat setelah dirinya mengumumkan capres pilihannya.
"Jikalau teman-teman mau share dukung siapa pun enggak apa-apa. Itu hakmu, dan aku enggak akan ganggu-ganggu hakmu. Tapi kalau sudah debat horizontal, yo maaf. Aku enggak bisa ikut-ikut," tegasnya.
Pada akhirnya kita harus menggunakan hak suara kita. Satu hal yang pasti: "Aku enggak mau terlibat debat horizontal". Jikalau kita berbeda pilihan, enggak apa-apa. Aku hargai pendapatmu. We are agree to disagree," pungkas dr Tirta.*
Editor : RP Edwar Yaman