Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kisah Sarah Vi, 19 Tahun Tak Bertemu Putranya, Diduga Dilarikan Mantan Suami

Redaksi • Jumat, 9 Februari 2024 - 02:15 WIB
Sarah Vi berharap suatu hari bertemu putranya. (Nina Rialita/POJOKSATU.id.)
Sarah Vi berharap suatu hari bertemu putranya. (Nina Rialita/POJOKSATU.id.)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Syarifah Helfira Djamaluleil atau yang dikenal sebagai Sarah Vi memiliki kisah menyedihkan sebagai seorang ibu. Sarah Vi menahan rindu belasan tahun terhadap anak sulungnya yang telah diambil dari rumahnya diduga oleh mantan suaminya, saat sang putra masih bayi berumur 18 bulan.

Sejak itu juga, Sarah Vi sekalipun tak pernah melihat putranya yang saat ini sudah berusia 19 tahun.

Artis kelahiran 1976 yang saat ini fokus ke dunia fashion pernah menikah dengan seorang pria bernama Sofie Agil pada 5 September 2003.

Sayangnya, rumah tangga mereka kandas pada 30 Januari 2008 atau di usia pernikahan lima tahun. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai sepasang putra-putri bernama Gibriel dan Ayesha.

Namun, saat dia dan suami dalam proses cerai kejadian menghebohkan terjadi. Tepatnya saat Gibriel berusia 18 bulan dan Ayesha berusia 6 bulan, Gibriel mendadak diambil tanpa izinnya.

"Saat itu habis Salat Asar, masa itu masih proses divorce. Terus Ayesha masih di box bayi. (Saya), lagi salat tahu-tahu (terdengar) suara Ayesha nangis, begitu saya salam (siap salat), Gibriel sudah pergi," curhatnya di acara Pagi-Pagi Ambyar.

Sarah Vi panik dan berusaha mengejar keluar rumah. Namun, dia hanya bisa melihat punggung Gibriel yang sedang dibawa pergi.

Dia berteriak sampai sujud di aspal. "Dan enggak ketemu lagi sejak itu sampai sekarang. Diambil oleh ayahnya," ungkapnya.

Saat proses sidang perceraian, sejatinya Sarah bertemu dengan mantan suaminya. Namun, Gibriel tidak ada, dia juga sulit berkomunikasi dengan mantan suaminya.

"Itu saya sayangkan sebagai sang istri pada saat bercerai harusnya tidak ada permusuhan, masih bisa dibicarakan baik-baik. Ketemu di sidang tidak ada pembicaraan. Pada saat itu, saya dibikin menjadi ibu yang enggak baik," bebernya.Sarah kecewa namun tak bisa berbuat banyak meski hak asuh jatuh ke tangannya. Karena, segala usaha sudah dilakukannya.

"Sudah ke Kak Seto, Iwapi, sudah ke kepolisian, sudah datang ke rumahnya (mantan suami), enggak dibukain pagar, sudah semua. Saya menyerahkan ke Allah," ungkapnya.

Sarah Vi berusaha mencari tahu via media sosial soal putranya yang beranjak dewasa, namun tak membuahkan hasil. Bahkan, upaya lewat putrinya juga tidak berhasil.

"Ayesha nelepon ke papanya, tapi enggak pernah ada kesempatan komunikasi ke kakaknya," bebernya.

Dia menjelaskan mantan suaminya tak menafkahi putrinya yang diasuhnya.

"Nafkah enggak ada, saya single parent, saya menafkahi Ayesha sendiri. (Mantan suami) bicara dengan Ayesha hanya dua kali," sebutnya.

Terakhir, saat Ayesha ulang tahun ke-17 dan putrinya berharap bisa bertemu dengan kakaknya, tapi tak juga dikabulkan.

Saat ini, Sarah Vi hanya menginginkan putranya tahu bahwa dia punya adik. Karena, Sarah berharap saat usianya tak lagi panjang di dunia, kedua putra putrinya bisa saling kenal.

"Kita enggak tahu umur, kematian tidak ada notification. Sebelum ini diambil sama Allah, enggak pengen apa-apa, cuma  pengen Ayesha dan Gibriel bersilaturahmi sebagai adik dan kakak. Kami mimi enggak ada, dia (Ayesha) punya kakak," ujarnya.

Kepada Gibriel, Sarah Vi menitipkan pesan seandainya melihatnya di televisi. Dia sangat senang jika suatu hari bertemu dan akan memasak apapun yang putranya mau.

Dan, kalau bisa bertemu dengan putranya, dia tak ingin membahas masa lalu.

"Enggak pengen ngebahas yang sudah-sudah," pungkas Sarah Vi.

Editor : M. Erizal
#artis #anak #sarah vi #kak seto