JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penyanyi Marion Jola mengungkapkan ada di fase terbuai popularitas saat menginjakkan kaki ke ibu kota dan sukses di ajang Indonesian Idol tahun 2017-2018.
Marion Jola mendadak terkena star syndrom di era itu yang berimbas pada bergaulan di kelab. Dia selalu mengiyakan ajakan teman-teman kalangan artis.
Marion Jola kaget ibu kota, dan merasa artis harus memiliki kehidupan glamor di kelab malam.
"Kaget kota, zaman itu gua (merasa) harus dekat sama seleb, sama ora ng yang terkenal, masuk lingkaran harus begitu karena sekarang sudah artis," ujar Marion Jola dalam obrolan dengan komika Praz Teguh di YouTube Deddy Corbuzier.
Marion Jola hampir setiap hari keluar malam. Memasuki satu demi satu kelab malam atau istilahnya club hopping. Mulai dari menyanyi sambil teriak di kelab malam sampai mabuk-mabukan.
"Gua ikut saja ke manapun orang ajak, bukan gua pergi sendri. Karena kaget ibu kota, gua ikut-ikut aja, mabuk. Sampai kalau gua nyanyi hilang suara habis mulu," jelasnya.
Meski begitu, dia tidak pernah sampai mabuk parah. "Karena gua enggak pernah beli minuman sendiri, cuma sok gaul saja, diajakkin seleb ini," ungkapnya.
"Karena gua merasa harus gitu di sini (ibu kota), padahal enggak, banyak kok artis enggak kayak gitu (enggak nongkrong di kelab)," sambungnya.
Marion Jola pun sudah jauh dari kehidupan malam itu. Sekarang, dia tampak lebih kalem, terutama saat memiliki kasih yang usianya 15 tahun lebih tua, dan hubungan itu sudah berjalan tiga tahun.
Editor : RP Edwar Yaman