Selain bakat, skill itu ternyata juga ditempa lewat pilihan game mix and match yang dimainkannya semasa kecil. Termasuk tokoh dan film yang memengaruhi Barbie hingga jauh-jauh mengambil pendidikan mode di Paris. Yakni film Barbie: A Fashion Fairytale, cerita tentang gadis remaja yang optimistis, cheerful, friendly dan loyal. "Ceritanya menginspirasi aku bagaimana kehidupan seorang desainer di Paris," ujar gadis kelahiran 2003 itu.
Barbie Awliya sudah menonjol pada mata pelajaran seni sejak SD. Seni terus menemani perjalanan Barbie hingga lulus dengan nilai sangat memuaskan di kampus Jfashion terbaik dunia Istituto Marangoni Paris, Prancis.
Baca Juga: Bongkar Pembunuh Vina Cirebon yang Sesungguhnya, Hotman Paris Minta Otto Hasibuan dan Yusril Jadi Pengacara Pegi Setiawan
Sementara di bangku SMA, dia menggelar pameran batik ready to wear pertama. "Mama sangat support dengan mematangkan konsepnya. Aku yang isi pamerannya dengan karya desain dan koleksi batik," terang Barbie.
Hidup dengan menjalani passion merupakan mimpi banyak orang. "Itulah kenapa aku benar-benar enjoy," ungkapnya.
Elegan, simpel, dan feminin jadi identitas desain Barbie Awliya. Desainer muda yang sudah memulai debutnya sejak usia belia itu terus mengembangkan sayapnya. Berbagai tantangan dihadapi, termasuk hidup sendiri di Paris saat usianya masih 17 tahun.
Baca Juga: Syifa Hadju Umumkan Putus dengan Rizky Nazar, Minta Jangan Seret Pihak Ketiga
Di Paris dia tak sekadar menekuni pendidikan fashion, tapi juga mempromosikan batik pada market dunia. Tekadnya untuk membuka butik dan membawa brand LD by Luxie Diandra ke tengah Kota Paris membuahkan hasil. Tak hanya satu, tapi dua butik sekaligus.
Barbie tak setuju dengan anggapan bahwa batik itu kuno. Dia mengombinasikan wastra Nusantara itu dengan desain elegan khas Eropa.
Aksesoris kalung kaya Barbie
"Teman-temanku, warga asing di sini, kalau ke Bali yang dibeli batik Indonesia. Itu menunjukkan bahwa batik kita sangat diminati. Jadi, kenapa nggak untuk semakin mendekatkan batik ke pasar dunia dengan membuka butik di pusat mode?" tutur desainer asal Surabaya tersebut.
Baca Juga: 5 Weton Ini Terlahir dengan Cakra Pelindung Paling Kuat, Kebal Santet dan Guna-guna
Koleksi Barbie Awliya terdiri atas dress dan blazer dengan kesan feminin.
"Aku suka party dress, cute dress, dan selalu ada hirnt feminin yang lucu. Misalnya, dress batik dengan rok balon atau aku sisipkan pita pink," lanjutnya.
Semua kanal promosi dicoba. Dari mulut ke mulut sampai jadi admin media sosial. Biasanya dua bulan sekali Barbie menyiapkan sesi photoshoot dengan koleksi-koleksi terbaru. Semua diurus mandiri agar sesuai dengan kebutuhan brand LD by Luxie Diandra. Mulai lokasi, fotografer, hingga model dan menyiapkan koleksi yang akan digunakan.
Batik yang digunakan LD by Luxie Diandra datang dari seluruh penjuru Nusantara. Barbie meyakini, melalui ekspor batik, brand yang dibangunnya bersama sang mama bisa memberikan kontribusi signifikan bagi pembatik nasional. Apalagi, ini merupakan mimpinya yang sudah sejak lama jatuh hati terhadap warisan budaya Indonesia itu.
"Aku dari dulu sangat suka batik mungkin juga karena ter-irnfluence mama. Melihat pattern-nya yang khas, coraknya sarat makna, aku juga suka lihat orang mencanting, dan selalu ekspior ke tempat-tempat produsen batik setiap ada kesempatan," jelasnya.
Baca Juga: Usai Kalahkan Filipina 2-0, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat
Tak semua berjalan mulus. Barbie ternyata sempat mengalami culture shock di Paris. "Mama selalu ngajarin aku untuk mandiri, jadi sebenarnya aku sudah terbiasa melakukan apa pun sendiri. Yang beda dari Indonesia adalah karakteristik orangnya. Di Paris semuanya lebih terkesan kompetitif dan individualistis. Berbeda dengan di Indonesia yang sangat tolong-menolong," ungkap Barbie.
Kini Barbie memulai tantangan baru dengan mendesain perhiasan berbahan dasar berlian di bawah brand LD by Luxie Diandra. Berbeda dengan fashion, desain perhiasan, khususnya berlian, harus lebih jeli. Memperhatikan cacat berlian, cutting, dan sampai urutan sketsanya.
"Koleksi perhiasan berlian karyaku biasanya menggunakan mini charm dan kisaran harganya terjangkau. Cocok untuk usia remaja atau dewasa awal," papar gadis 21 tahun itu.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi