JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jeng Yah, tokoh yang diperankan aktris Dian Sastrowardoto terlihat senang dan bangga sekali setelah mini series Netflix yang diperankannya berhasil meraih penghargaan internasional. Ya, Mini Series Gadis Kretek mendapatkan penghargaan internasional tahun ini sebagai Best Miniseries di Seoul International Drama Award 2024.
Rasa bangga dan senang ini diungkapkan Dian Sastro dalam unggahannya di media sosial Instagram pribadi miliknya, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga: Profil Nadin Amizah, Pelantun Lagu Kala Sang Surya Tenggelam dalam Serial Gadis Kretek
"We did it team!!," tulis Dian Sastro, pemerang Jeng Yah dalam film Gadis Kretek dalam unggahannya.
Mahasiswinya Rocky Gerung di Filsafat UI ini mengakabarkan perihal Gadis Kretek berhasil meraih penghargaan Best Mini Series dalam kategori International Competition Program di Seoul International Drama Award 2024.
Baca Juga: ’Gadis Kretek’ Masuk dalam Top 10 Netflix Series Non-English di 22 Negara
Kebanggaannya bukan tanpa alasan, sebab menurut Dian Mini Seri Gadis Kretek harus bersaing dengan beberapa film yang dinilainya sebagai karya terbaik.
"Bangga banget. Mengingat Gadis Kretek bersanding dengan karya-karya terbaik lainnya seperti 3 Body Problem, Moving, The Worst of Evil, dan Daily Dose of Sunshine," ungkap Dian Sastro.
Baca Juga: Daftar Pemain Serial Gadis Kretek, Dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Ario Bayu
Sementara itu, sang sutradara Kamila Andini juga menginformasikan perihal ini dalam unggahan akun Instagramnya.
"Selamat untuk kita semua. Gadis Kretek berhasil meraih penghargaan Best Miniseries dalam kategori International Competition Program di Seoul International Drama Awards!" tulis Kamila Andini.
Baca Juga: Sinopsis Serial Gadis Kretek dan Film Budi Pekerti
Tak hanya itu, Gadis Kretek juga berhasil masuk dalam kategori Best Director yaitu Kamila Andini dan Ifa Ifansyah.
Sang aktris Dian Sastrowardoyo juga masuk sebagai Best Lead Actor Female, dan Arya Saloka menjadi nominasi dalam Best Supporting Actor Male.
Baca Juga: Terungkap Proses Dian Sastro jadi Mualaf, Ini Pengakuannya
Serial Gadis Kretek merupakan drama yang diangkat dari novel berjudul sama ditulis oleh Ratih Kumala yang terbit pada tahun 2012 lalu. Novel itupun masuk dalam 10 besar menerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa dan telah dicetak sebanyak 10 kali.
Tayang pada 2 November 2023 di Netflix, dengan 8 episode, Gadis Kretek bercerita tentang perjuangan cinta sepasang kekasih dengan latar belakang industri kretek Indonesia di era 1960-an.
Ada perbedaan antara novel dan filmnya. Perbedaannya terletak pada latar. Latar pada novel terasa lebih luas mencakup zaman penjajahan, perjuangan kemerdekaan, pendudukan Jepang, pergolakan 1965, dan setelahnya.
Sedangkan di film lebih fokus pada pergolakan 1965 dan setelahnya. Meskipun ada perbedaan latar,secara umum antara novel dengan filmnya justru saling melengkapi dan terciptalah gambaran lebih utuh dari kisah gadis kretek.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra