JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penghargaan untuk insan musik Tanah Air, Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2024 sukses digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Para musisi dari sejumlah genre musik meraih penghargaan dan membawa pulang piala. Salah satunya penyanyi Sal Priadi yang memenangkan penghargaan untuk kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik lewat lagu ‘Gala Bunga Matahari’.
Di kategori ini, Sal Priadi berhasil mengalahkan sejumlah pesaingnya yaitu Andmesh Kamaleng (Talalu Sakit), Fabio Asher (Berharap Kau Kembali), Nadhif Basalamah (Jatuh Cinta Lagi), dan Rizky Febian (Kata).
"Terima kasih banyak kepada Allah SWT, orang tua saya, keluarga saya," ujar Sal Priadi di atas panggung sesaat setelah menerima piala.
Dia pun mengucapkan terima kasih ke teman-orang dan orang-orang yang telah bekerja di balik layar sehingga karyanya berhasil tercipta dengan baik dan sampai ke telinga para pendengarnya.
Selain itu, Sal Priadi, penyanyi kelahiran Malang, Jawa Timur, secara khusus mendedikasikan piala yang diterima untuk para perantauan yang berjuang dengan segenap hati berkarier di Jakarta.
Saat ditemui sebelum acara berlangsung, Sal Priadi mengaku sudah sangat senang bisa masuk nominasi AMI Awards. Bahkan dia sudah sangat senang seandainya tidak berhasil membawa pulang piala AMI Awards 2024.
"Waduh, aku nggak nyiapin apa-apa. Kalau aku (menang) latihan (menyampaikan pidato kemenangan) di sini kali ya. Aku tahu harus berterima kasih ke siapa kalau misalnya menang," kata Sal Priadi.
Dia mengaku senang dan bangga akhirnya perjuangannya untuk berkiprah mewarnai industri musik Tanah Air selama beberapa tahun akhirnya mulai membuahkan hasil. Terbukti, saat ini banyak orang yang menikmati karya-karyanya lintas usia.
"Setelah beberapa tahun di musik, respons dari orang-orang alhamdulillah baik. Banyak pendengar baru," kata Sal Priadi yang mengaku akan berkolaborasi dengan beberapa penyanyi di tahun depan.
Penyanyi Bernadya juga berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori Album Pop Terbaik melalui album berjudul Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Adapun Maliq & D’Essentials melalui ‘Kita Bikin Romantis’ berhasil menyabet piala AMI Awards untuk kategori Duo/Grup Pop Terbaik
Selain itu, terdapat sejumlah musisi lain yang juga berhasil menggondol piala AMI Awards 2024. Mereka adalah Lesti Kejora, Isyana Sarasvati, Addie MS, Melly Goeslaw dan Nike Ardilla, serta banyak lagi yang lainnya.
Berikut daftar lengkap pemenang AMI Awards 2024:
Artis Solo Wanita Pop Terbaik: Salma Salsabil (Bunga Hati)
Artis Solo Pria Pop Terbaik: Sal Priadi (Gala Bunga Matahari)
Duo/grup Pop Terbaik: Maliq & D’Essentials (Kita Bikin Romantis)
Pencipta Lagu Pop Terbaik: Bernadya- Petra Sihombing (Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan)
Album Pop Terbaik: Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (Bernadya)
Penata Musik Pop Terbaik: S/EEK – Bunga Hati (Salma Salsabil)
Artis Solo Rock Terbaik: Isyana Sarasvati (Ada-Ada Aja)
Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik: Feast (Konsekuens)
Album Rock Terbaik: Malam (Jangar)
Artis Jazz Terbaik: Sri Hanuraga (II. Deception)
Artis Jazz Alternatif Terbaik: Barry Likumahuwa & The Rhythm Service (Sign of Love)
Album Jazz /Jazz Alternatif Terbaik: Retro Funk (Tohpati)
Artis Solo Soul/r&b Terbaik: Jordan Susanto (Senopati in the Rain)
Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik: Coldiac (I Don’t Mind)
Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik: Paul Partohap (Candyrella)
Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Alternatif Terbaik: Galdive – Stay
Artis Solo Dangdut Terbaik: Lesti Kejora (Terkesan)
Artis Solo Dangdut Alternatif Terbaik: Sridevi (Pada Siapa)
Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut Terbaik: Faul Gayo, Selfi Yamma (Panggilan Cinta)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik: Fitri Carlina (Aku Kangen Kamu)
Pencipta Lagu Dangdut Terbaik: Adibal, Yusup Tojiri (Terkesan, Lesti)
Penata Musik Dangdut Terbaik: Yusup Tojiri (Berkali Kali, Selfi Yamma)
Artis Solo Anak-anak Terbaik: Mazaya Amania (Ayam Piyik)
Duo/Grup/Kolaborasi Anak-anak Terbaik: Tasya Kamila, Arrasya, Natasha Chairani, Aput, Ria Enes & Susan (Apa Kabar)
Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik: Seli Pontoh – Apa Kabar (Tasya Kamila, Arrasya, Natasha Chairani, Aput, Ria Enes & Susan)
Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik: Donny Prasetyo, Arsha Composer, Achi Hardjakusumah – Air dan Teh (Pinky Awahita)
Artis Solo Alternatif Terbaik: Hindia (Cincin)
Duo/grup/kolaborasi Alternatif Terbaik: Barasuara (Terbuang Dalam Waktu)
Album Alternatif Terbaik: Lagipula Hidup Akan Berakhir (Hindia)
Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Asli Terbaik: Sruti Respati (Kr. Anak Dara)
Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Ekstra/Alternatif Terbaik: Hetty Koes Endang (Buih Jadi Permadani)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik: Weird Genius, Pepita (Catalyst)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik: Jevin Julian, Teza Sumendra ( Hard To Leave)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik: LOGAMULIA (Hantam Amarah)
Album Metal Terbaik: Distorsi Narasi (LOGAMULIA)
Artis Solo Rap/Hiphop Terbaik: Tuan Tigabelas (King)
Duo/Grup/Kolaborasi Rap/Hiphop Terbaik: ENVY* ( Can’t Take Me Off)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Koplo Terbaik: Masdddho (Kisinan 2)
Pencipta Lagu Koplo Terbaik: Denny Caknan (Cundamani)
Karya Orkestral Terbaik: Sherina Munaf, Alvin Witarsa, Belanegara Abe – Hadiah Istimewa (Isyana Sarasvati, Chandra Satria)
Album Film Scoring Terbaik: Original Score from Petualangan Sherina 2 ( Sherina Munaf)
Album Musikal Terbaik: Musikal Keluarga Cemara (Original Cast Recording) - Original Cast Musikal Keluarga Cemara
Karya Produksi Progresif Terbaik: Achi Hardjakusumah, Ammir Gita, Vito Jr, Viandebas, Housman Pranoto, Kabul Oktavianus ( Enter The Forest)
Karya Produksi Reggae/ska/Rocksteady Terbaik: Island Vibes, CTTZ, Kamga, Lawa (Takkan Abis)
Karya Produksi Kolaborasi Terbaik: Arsy Widianto, Tiara Andini (Masih Hatiku)
Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik: Lyodra – Tak Selalu Memiliki (Ipar Adalah Maut Original Soundtrack)
Karya Produksi Grup Vokal Terbaik: Jakarta Movin – Melompat Lebih Tinggi (Jakarta Movin’s Version)
Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik: Angga Dermawan (DOLA)
Karya Produksi Instrumentalia Terbaik: Dwiki Dharmawan World Peace Orchestra (The Spirit of Peace)
Karya Produksi Global Music Terbaik: Madukina, Matoha Mino – Dawuh (From “Badarawuhi di Desa Penari”)
Karya Produksi Re-aransemen Terbaik: Andi Rianto ( Sepenuh Hati)
Karya Produksi Blues Terbaik: Gugun Blues Shelter (Bad Politician)
Karya Produksi Folk/country/Balada Terbaik: Nadin Amizah (Semua Aku Dirayakan)
Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik: Nissa Sabyan (Allah Karim)
Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik: Melitha Sidabutar (Penolong Dalam Kesesakan)
Produser Rekaman Terbaik: S/EEK – Bunga Hati (Salma Salsabil)
Grafis Desain Album Terbaik: Thomas Danes – Eva Celia (Eva Celia)
Tim Produksi Suara Terbaik: Dimas Pradipta – Bunga Hati (Salma Salsabil)
Video Musik Terbaik: Yogi Kusuma – One Bad Day (Pamungkas)
Pendatang Baru Terbaik Terbaik: Nyoman Paul (Mundur Perlahan)
Album Terbaik Terbaik: Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (Bernadya)
Karya Produksi Terbaik Terbaik: Bunga Hati (Salma Salsabil)
Video Musik Terfavorit: Masdddho (Kisinan 2)
Video Musik Terfavorit Menggunakan AI: Bertemu Kembali (Melly Goeslaw dan Nike Ardilla)
Lifetime Achievement Awards: Johannes Soerjoko, Addie MS, Ernie Djohan
Editor : RP Edwar Yaman