JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” yang kondang dibawakan Band Sukatani kini ramai dibicarakan dan dicari di kanal media sosial karena liriknya yang memuat kritik terhadap oknum kepolisian yang bekerja dan bertindak demi ‘bayaran’ alias suap.
Setelah heboh, Band Sukatani pun akhirnya meminta maaf dan menarik lagu “Bayar Bayar Bayar”.
Lirik lagu tersebut berbunyi, “Mau bikin SIM, bayar polisi/Ketilang di jalan, bayar polisi/Touring motor gede, bayar polisi/Angkot mau ngetem, bayar polisi/Aduh, aduh, ku tak punya uang untuk bisa bayar polisi”
“Mau bikin gigs, bayar polisi/Lapor barang hilang, bayar polisi/Masuk ke penjara, bayar polisi/Keluar penjara, bayar polisi/Aduh, aduh, ku tak punya uang untuk bisa bayar polisi”
“Mau korupsi, bayar polisi/Mau gusur rumah, bayar polisi/Mau babat hutan, bayar polisi/Mau jadi polisi, bayar polisi/Aduh, aduh, ku tak punya uang untuk bisa bayar polisi”
Profil Sukatani Band
Sukatani merupakan duo punk yang terbentuk di Purbalingga, Jawa Tengah pada tahun 2022. Grup ini beranggotakan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel (vokal) dan Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy (gitar).
Nama Sukatani merupakan nama khas sebuah desa yang sangat asri dan makmur, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diwujudkan oleh grup musik ini.
Sukatani pertama kali berangkat dari hasrat bermusik sang vokalis bernama Ovi. Ia merupakan personel grup musik asal Purwokerto sejak tahun 2013, yang masih aktif hingga saat ini.
Di tengah kesibukannya sebagai buruh dan vokalis grup musiknya, Ovi mencoba menyalurkan hasrat bermusiknya yang tak terbendung melalui penulisan beberapa lirik yang sebagian besar terinspirasi dari kegelisahaannya terhadap distorsi sosial di lingkungannya.
Setelah itu, Ovi menyampaikan liriknya kepada rekannya yang bernama Al untuk menanggapi materi-materi tersebut.
Dalam menggabungkan berbagai elemen untuk menghasilkan lagu-lagu Sukatani, mereka banyak dipengaruhi oleh beberapa band anarcho-punk era 1980an dan beberapa band dari gelombang awal proto-punk.
Album penuh pertama, “Gelap Gempita” pun diperkenalkan ke publik pada 24 Juli 2023. Album ini memuat delapan lagu – sebelum “Bayar Bayar Bayar” akhirnya ditarik dari peredaran.
Sukatani dikenal dengan penampilan khas menggunakan balaklava dan sering membagikan sayuran kepada penonton saat tampil, sebagai simbol dukungan terhadap gerakan agraria.
Grup ini mencapai popularitasnya di kalangan musik punk Tanah Air di tahun 2024. Mereka bahkan mendapat panggung di gelaran besar Synchronize Fest 2014.
Sumber: Pojoksatu.id
Editor : M. Erizal