RIAUPOS.CO – Film horor yang terinspirasi dari kisah nyata kembali akan menghiasi bioskop tanah air.
Selepas Tahlil, film horor yang menampilkan sisi penyesalan dari seorang anak yang mulai menyadari betapa asingnya kehidupan sang ayah di masa lalu.
Teaser trailer Selepas Tahlil resmi dirilis dengan tak hanya menyuguhkan suasana mencekam film horor.
Namun juga menyajikan drama yang menguras emosi sampai penyesalan mendalam dalam hubungan antar keluarga.
Film horor perdana garapan BION Studio ini terinspirasi dari kisah nyata yang viral melalui podcast Lentera Malam.
Film Selepas Tahlil akan tayang di bioskop mulai 10 Juli 2025.
Tak hanya dari dunia gaib, film Selepas Tahlil juga menyelami horor yang tumbuh dari emosi-emosi manusia yang tidak terselesaikan.
Teaser trailer Selepas Tahlil ini seperti membuka babak baru dari teror yang dialami sebuah keluarga.
Setelah sebelumnya lebih dulu dirilis teaser perdana beberapa waktu lalu, dalam teaser kali ini, BION Studio tak hanya menampilkan potongan kisah yang memunculkan rasa takut.
Tapi juga menekan sisi paling rapuh dalam hubungan keluarga, yakni penyesalan karena hubungan berjarak dalam keluarga semasa hidup.
Dalam teaser berdurasi 1 menit 52 detik ini, penonton diajak menyelami hubungan 2 karakter utama dengan sosok ayah yang telah tiada.
Yakni Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel) dengan sang ayah yang diperankan Epy Kusnandar.
Dalam teaser trailer ini, penonton akan dicekam rasa sesal yang dalam dan sunyi yang mungkin terlalu akrab bagi sebagian besar dari kita.
Tepatnya saat orang tua kita menyembunyikan rahasia kelam dengan dalil memberikan rasa aman kepada anaknya.
Aghniny Haque, menjelaskan, hubungan kakak-adik dan ayah dalam film ini dibangun dengan banyak keheningan.
Menurutnya, Saras yang merupakan anak sulung tumbuh dalam tuntutan untuk selalu kuat. Sebuah karakter yang sering dan banyak dialami perempuan.
Di film ini, Saras digambarkan selama ini berfikir bahwa hubungannya dengan ayahnya sudah sangat dalam.
"Kenyataannya, jauh dari itu. Saras luput sama ego yang dia bangun sendiri," ungkap Aghniny Haque.
Kisah nyata yang difilmkan ini juga diakui Bastian Steel membuatnya banyak merenung ketika membangun karakter.
Ia menilai, karakter Yudhis kurang lebih seperti kebayakan remaja saat ini.
Dimana mereka selalu merasa biasa saja dengan hubungan keluarganya masing-masing.
"Sampai akhirnya pas kehilangan, baru sadar kalau ternyata aku nggak benar-benar kenal siapa ayahku," beber Bastian Steel.
Kisah ini juga membuatnya sadar betapa seorang anak belum tentu kenal sebenar-benarnya dengan orang tuanya.
"Dan hal itu juga buat bikin Bastian mikir, kayak 'aku sudah bener-bener kenal orang tua ku juga nggak ya?'" paparnya.
Dikisahkan, setelah kematian sang ayah, Saras dan Yudhis ingin memberikan penghormatan terakhir.
Namun suasana duka berubah menjadi ruang penuh luka dan pertanyaan yang belum sempat diucapkan. Narasi penuh sesal dari Saras dan Yudhis menyelimuti adegan demi adegan.
Adriano Rudiman, sang sutradara menyebut, banyak dari kita yang mungkin tumbuh akrab bersama keluarga. Akan tetapi faktanya, ternyata sangat jauh secara emosional.
"Teaser trailer dari film Selepas Tahlil bicara soal itu, penyesalan yang datang ketika sudah nggak ada lagi waktu untuk berbicara," ujar dia.
Editor : M. Erizal