Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Nantikan Akting Michelle Ziudith Jadi Ibu yang Beda Agama dengan Anaknya di Film Religi 'Jangan Panggil Mama Kafir', Tayang di Bioskop Oktober

Redaksi • Selasa, 16 September 2025 | 08:20 WIB
Film Jangan Panggil Mama Kafir dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Oktober 2025.
Film Jangan Panggil Mama Kafir dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Oktober 2025.

RIAUPOS.CO - Film bernuansa religi, keluarga, keteguhan hati seorang ibu 'Jangan Panggil Mama Kafir' menghadirkan kisah perbedaan yang dibalut kasih ibu dan pergulatan batinnya.

Film ini memperlihatkan bahwa cinta sejati dapat bertahan di tengah perbedaan, sekaligus menegaskan pentingnya pengasuhan anak dalam lingkungan penuh kasih sayang.

Film Jangan Panggil Mama Kafir dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2025 mendatang.

Menghadirkan kisah menyentuh tentang cinta, perbedaan, pengorbanan, serta pergulatan batin seorang ibu dalam mempertahankan anaknya, film ini sutradara Dyan Sunu Prastowo .

Film yang mengusung drama keluarga bernuansa religi ini diproduksi oleh Maxima Pictures dan Rocket Entertainment, sedangkan naskah yang ditulis oleh Archie Hekagery dan Lina Nurmalina.

Dilansir dari Cinema XXI dan BioskopIndonesia.id, film diawali dari pertemuan Maria (Michelle Ziudith) dan Fafat (Giorgino Abraham) di sebuah gereja pada malam Natal.

Tak disangka pertemuan tersebut mengubah jalan hidup keduanya. Mereka jatuh cinta meski berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Hubungan yang terjalin membawa mereka pada keputusan untuk menikah.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Fafat meninggal akibat kecelakaan ketika putri mereka, Laila (Humaira Jahra), masih bayi. Kepergian suami membuat Maria harus berjuang seorang diri membesarkan anaknya. Maria berusaha menepati janji kepada almarhum Fafat untuk mendidik Laila sesuai ajaran Islam.

Perjuangan Maria sebagai ibu tunggal penuh dengan tantangan. Maria berupaya dengan sabar menanamkan nilai-nilai Islam kepada putrinya. Akan tetapi, usahanya dianggap belum cukup oleh Ustadzah Habibah (Elma Theana), ibu dari Fafat.

Habibah merasa bahwa cucunya tidak memperoleh pendidikan agama yang memadai, sehingga Maria berniat mengambil alih pengasuhan Laila.

Konflik semakin memuncak ketika Maria merasa terancam akan kehilangan hak asuh atas anaknya. Setelah ditinggalkan suami, Maria kini menghadapi kemungkinan kehilangan putri yang telah dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Pertanyaan besar pun muncul, apakah Maria dapat mempertahankan hak asuh Laila, ataukah Maria akan benar-benar dipisahkan dari anak satu-satunya?

Film Jangan Panggil Mama Kafir tidak hanya menyoroti perbedaan agama dalam pernikahan, tetapi juga menggambarkan dilema seorang ibu dalam memperjuangkan haknya.

Cerita ini relevan dengan realitas sosial, terutama mengenai cinta, toleransi, serta peran seorang ibu di tengah konflik batin yang kompleks.

Selain Michelle Ziudith, Giorgino Abraham, Elma Theana, dan Humaira Jahra, film ini juga menampilkan aktor pendukung seperti Indra Birowo, TJ Ruth, Gilbert Pattiruhu, Prastiwi Dwiarti, Kaneishia Jusuf, hingga penyanyi sekaligus aktris Dira Sugandi. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, menambah dinamika emosional dan realistis dalam cerita.

Dari sisi penyutradaraan, Dyan Sunu Prastowo dikenal mampu menyajikan kisah yang kuat secara emosional. Penulisan naskah oleh Archie Hekagery, yang memiliki pengalaman panjang dalam menulis drama populer, semakin memperkuat kualitas film ini. Dengan dukungan tersebut, film ini diperkirakan mampu menghadirkan cerita penuh makna.

Judul Jangan Panggil Mama Kafir memang terdengar provokatif, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan mendalam tentang stigma, penerimaan, dan perjuangan seorang ibu agar tidak dipandang sebelah mata.

Jangan Panggil Mama Kafir diprediksi menjadi salah satu drama keluarga bernuansa religi yang ceritanya dekat dengan kenyataan.

Editor : M. Erizal
#film religi #film bioskop #Jangan Panggil Mama Kafir #giorgino abraham #michelle ziudith