Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tunjukkan Dukungan untuk Palestina, Kep1er Jadi Grup K-Pop Pertama Gabung Gerakan 'No Music for Genocide'

Redaksi • Minggu, 12 Oktober 2025 | 12:07 WIB
Kep1er jadi grup K-pop pertama yang bergabung dengan gerakan global
Kep1er jadi grup K-pop pertama yang bergabung dengan gerakan global

 

SEOUL (RIAUPOS.CO) – Kabar mengejutkan datang dari Korea. Gerakan global "No Music for Genocide" kini dapat dukungan dari dunia K-Pop. Salah satu girl group terpopuler generasi keempat di sana, Kep1er mencatat sejarah baru. Mereka menjadi grup K-Pop pertama yang resmi bergabung dalam gerakan itu.

Keputusan Kep1er itu memicu gelombang dukungan. Bahkan pujian besar dari penggemar di seluruh dunia disematkan kepadanya. Keberanian Kep1er dinilai sebagai langkah penting dalam memperjuangkan kemanusiaan di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.

Gerakan "No Music for Genocide" sendiri pertama kali diluncurkan pada September 2025 sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Gerakan ini menyerukan para musisi di seluruh dunia untuk menolak keterlibatan pasif terhadap genosida yang dilakukan Israel di Gaza, dengan cara memblokir akses terhadap musik mereka di wilayah Israel melalui sistem geo-blocking di platform streaming.

 Baca Juga: Desakan Pengamat Berbuah Reaksi, Pemkab Kepulauan Meranti Siap Evaluasi Participating Interest 3 Persen

Inisiatif ini bertujuan untuk mengirim pesan kuat bahwa musik tidak boleh digunakan untuk menutupi atau mengabaikan kekejaman terhadap kemanusiaan.

Sejak Oktober 2023, setidaknya terdapat lebih dari 67 ribu warga Palestina telah tewas akibat agresi militer di Gaza, termasuk lebih dari 18 ribu anak-anak. Sementara itu, jutaan warga lainnya menghadapi krisis kemanusiaan yang akut, kehilangan tempat tinggal, makanan, air bersih, dan akses medis.

Dalam konteks inilah "No Music for Genocide" menjadi salah satu bentuk nyata dukungan dunia seni terhadap korban di Palestina. Melansir laman Koreaboo, nama Kep1er resmi muncul di daftar partisipan gerakan global itu pada 11 Oktober.

 Baca Juga: Kejuaraan Motocross dan Grasstrack Meriahkan HUT Ke-80 TNI: Diikuti Puluhan Rider, Disaksikan Ratusan Penonton dengan Antusias

Para penggemar segera menemukan nama grup itu di situs resmi No Music for Genocide, yang mencantumkan semua artis yang telah diverifikasi keikutsertaannya secara manual oleh pihak penyelenggara untuk memastikan keaslian dan komitmen mereka.

Kabar ini pun langsung menyebar luas di media sosial dan disambut dengan antusias luar biasa. Banyak penggemar mengungkapkan rasa bangga mereka karena Kep1er berani mengambil posisi yang jelas terhadap isu kemanusiaan, sesuatu yang jarang dilakukan oleh grup K-Pop karena industri ini dikenal sangat berhati-hati dalam menyikapi isu politik atau sosial global.

Salah satu penggemar menulis di X, "Sulit dipercaya! Kebanyakan grup K-Pop memilih diam, tapi Kep1er justru menunjukkan keberanian luar biasa. Menentang genosida bukanlah sikap politis, ini tentang kemanusiaan. Aku sangat bangga dengan mereka. Free Palestine!"

Komentar lain berbunyi, "Awalnya aku pikir ini berita palsu, tapi setelah aku cek sendiri, ternyata benar. Kep1er memang luar biasa, aku benar-benar stan grup yang tepat!"

Tak hanya penggemar individual, berbagai komunitas K-Pop internasional juga menyoroti langkah ini sebagai momen penting yang dapat membuka jalan bagi artis-artis Korea lainnya untuk melakukan hal serupa.

Meskipun beberapa idol seperti Chanelle dari FIFTY FIFTY dan Kevin dari THE BOYZ sempat menunjukkan dukungan pribadi terhadap Palestina, Kep1er menjadi grup K-Pop pertama yang secara resmi bergabung dalam gerakan boikot global ini.

Seorang pengguna lain menulis, "Kep1er adalah grup K-Pop pertama yang berani melakukan ini. Semoga langkah mereka bisa diikuti oleh grup-grup lain."

Gerakan "No Music for Genocide" sendiri telah diikuti oleh lebih dari seribu artis dari berbagai negara. Saat pertama kali diluncurkan, inisiatif ini melibatkan sekitar 400 musisi, termasuk penyanyi Jepang-Inggris Rina Sawayama dan grup rap Irlandia Kneecap.

 Baca Juga: Kalah 0-1 dari Irak, Timnas Indonesia Jadi Juru Kunci, Kubur Mimpi ke Putaran Final Piala Dunia 2026

Kini, daftar tersebut telah berkembang dan mencakup nama-nama besar seperti Lorde, Paramore, dan Björk, menjadikannya salah satu gerakan solidaritas seniman terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Sampai saat ini, pihak agensi Kep1er, yaitu Klap Entertainment dan WAKEONE, belum memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan ini.  Namun, publik menilai bahwa langkah Kep1er menunjukkan keberanian luar biasa di tengah industri hiburan Korea yang biasanya menghindari isu-isu sensitif seperti konflik politik dan kemanusiaan.

Dengan bergabungnya Kep1er, mereka kini menyusul jejak penyanyi solo Korea BÉBE YANA, yang sebelumnya menjadi artis Korea pertama yang berpartisipasi dalam "No Music for Genocide" sejak peluncurannya bulan lalu.

Keputusan Kep1er ini bukan hanya memperkuat posisi mereka sebagai artis global yang memiliki kepedulian sosial tinggi, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa K-Pop dapat menjadi medium suara kemanusiaan di panggung dunia.***

Editor : Edwar Yaman
#No Music for Genocide #k-pop #dukungan untuk palestina #Kep1er