(RIAUPOS.CO) – Vokalis band Nirvana, Kurt Cobain sudah 32 tahun meninggal dunia. Meki begitu, perdebatan mengenai penyebab kematiannya kembali mencuat ke publik. Banyak yang menilai terdapat kejanggalan dalam hasil autopsi, bukti forensik, dan kondisi tempat kejadian perkara.
Berikut 5 temuan yang memunculkan kembali dugaan bahwa kematian Cobain bukan bunuh diri, melainkan pembunuhan yang direkayasa, seperti dilansir dari laman News Week pada Jumat (3/4/2025).
1. Ketidaksesuaian Hasil Autopsi dengan Luka Tembak
Analisis forensik menunjukkan adanya kerusakan organ seperti otak dan hati yang umumnya terkait dengan kekurangan oksigen akibat overdosis. Peneliti menilai pola kerusakan ini tidak sepenuhnya selaras dengan kematian akibat tembakan senapan. Selain itu, ditemukan cairan di paru-paru dan pendarahan pada mata yang dianggap lebih konsisten dengan overdosis. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap kesimpulan bahwa tembakan adalah penyebab utama kematian.
2. Kondisi Tempat Kejadian yang Terlalu Rapi
Tim peneliti menyoroti bahwa lokasi kejadian terlihat sangat bersih dan tertata. Mereka menyebutkan bahwa kasus bunuh diri dengan senapan umumnya menghasilkan percikan darah yang luas. Namun, pada kasus Cobain, area di sekitar tubuhnya tidak menunjukkan pola tersebut. Kondisi ini dinilai tidak wajar dan mengarah pada kemungkinan rekayasa tempat kejadian.
3. Dugaan Overdosis Heroin sebelum Tembakan
Peneliti independen menyatakan bahwa kadar heroin dalam tubuh Cobain jauh melampaui batas mematikan normal. Kondisi tersebut diduga membuat korban tidak sadar atau dalam keadaan koma sebelum tembakan terjadi. Mereka menilai seseorang dalam kondisi demikian tidak mungkin mampu melakukan tindakan kompleks seperti bunuh diri. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa overdosis tersebut disengaja untuk melumpuhkan korban.
4. Kejanggalan Perlengkapan Heroin dan Barang Bukti
Perlengkapan heroin ditemukan dalam kondisi rapi di dekat tubuh korban. Peneliti mempertanyakan kemungkinan seseorang yang sekarat dapat merapikan alat suntik setelah overdosis. Selain itu, ditemukan pula kwitansi pembelian peluru yang dianggap terlalu mencolok sebagai bukti. Mereka menilai susunan barang bukti tersebut menyerupai skenario yang sengaja dibangun untuk mendukung narasi bunuh diri.
5. Posisi Senjata dan Minimnya Percikan Darah
Senapan ditemukan berada di tangan Cobain, tetapi tidak terdapat percikan darah yang signifikan pada tangannya. Peneliti menilai hal ini tidak sesuai dengan karakteristik luka tembak jarak dekat. Mereka menduga senjata tersebut kemungkinan ditempatkan setelah kematian terjadi. Kejanggalan ini menjadi salah satu dasar kuat dugaan manipulasi bukti.***
Editor : Edwar Yaman