JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini operasi senyap itu menyasar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada Jumat (7/11/2025). OTT yang menjerat Sugiri Sancoko diduga terkait dugaan korupsi promosi jabatan. Kasus ini terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
"Mutasi dan promosi jabatan," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Pernyataan itu disampaikan pada saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Diduga ada jual beli jabatan dalam mutasi pejabat di Pemkab Ponorogo. Bahkan, OTT dilakukan setelah pelantikan 138 pejabat baru di Pemkab Ponorogo.
Pelantikan itu digelar Jumat (7/11/2025) pagi di Pringgitan Rumah Dinas Bupati. Sugiri Sancoko menjadi sosok yang dilantik dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelantikan ratusan pejabat baru, Sugiri memberikan pesan penting tentang jabatan. Dia menyebut jabatan baru sebagai amanah dari Tuhan. Menurut Sugiri, keputusan rotasi jabatan sudah melalui pertimbangan matang. Ia menekankan pentingnya pertimbangan dalam perubahan jabatan tersebut.
"Jabatan adalah amanah dari Tuhan. Keputusan rotasi ini sudah melalui pertimbangan matang," tegas dia.
Sementara itu, akun Instagram @sugirisancoko26 masih aktif mengunggah kegiatannya. Sugiri menggunakan media sosial itu sebagai orang nomor satu di Ponorogo. Salah satu unggahan adalah video membicarakan Hari Wayang Nasional. Ini memperlihatkan sisi lain dari aktivitas Sugiri di akun pribadinya.
"Wayang, waktunya sembahyang. Bahwa di setiap lakon hidup akan selalu kembali pada Sang Sumber Terang. Selamat Hari Wayang Nasional," tulis Sugiri. Pesan itu tertera di akun media sosial pribadinya.***
Editor : Edwar Yaman