Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

WEI Dorong Petani Swadaya Menuju Kelapa Sawit Berkelanjutan

Edwar Yaman • Selasa, 12 Desember 2023 | 20:45 WIB
Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna saat memaparkan tentang kontribusi dan peran petani kelapa sawit swadaya yang dapat diberikan untuk Indonesia, Selasa (12/12/2023)
Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna saat memaparkan tentang kontribusi dan peran petani kelapa sawit swadaya yang dapat diberikan untuk Indonesia, Selasa (12/12/2023)

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Sejumlah petani kelapa sawit swadaya dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengikuti Hari Temu Tani (HTT) atau Farmer Field Day tahun 2023, Selasa (12/12/2023). Kegiatan ini dalam rangka mendorong praktik sawit berkelanjutan.

Bahkan, HTT 2023 ini secara spesifik mengangkat tema tentang kepastian legalitas lahan menuju usaha sawit berkelanjutan. Sementara kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara Widya Erti Indonesia (WEI) dan Unilever.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah aparat pemerintah terkait seperti, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, ATR/BPN, Camat, dan Kepala Desa. Sedangkan petani swadaya kelapa sawit berasal dari Kecamatan Kecamatan Batang Gansal, Seberida, Rengat Barat, Batang Cenaku, Rakit Kulim, dan Lirik.

Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna pada kesempatan itu mengatakan bahwa, petani sawit swadaya adalah pekerjaan yang sangat berkontribusi terhadap Indonesia, kontribusi sebesar mencapai 40 persen.

"Para petani harus bangga dan sadar, bahwa yang dikerjakan sangat berharga dan harus berkomitmen untuk melaksanakan praktik pertanian yang baik," ujar Krisna.

Kegiatan ini juga sebagai ajang penting bagi para petani sawit swadaya untuk berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain, dan mendiskusikan inovasi serta tantangan dalam praktik pertanian. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) yang telah dilakukan oleh WEI bersama Unilever.

Melalui SLKS, petani mendapatkan akses pengetahuan dan keterampilan tentang praktik pertanian sawit terbaik, yang kemudian diterapkan di kebun masing-masing.

"HTT menjadi momen untuk mengevaluasi dan meningkatkan lebih lanjut praktek yang telah dipelajari, sekaligus membangun jejaring yang lebih luas antara petani, pemerintah, dan para stakeholder," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu, Faisal Ilahi, menyampaikan dukungannya terhadap upaya petani sawit swadaya. Karena, program pembinaan petani sawit berkelanjutan sangat bermanfaat untuk mendukung program pemerintah dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau ISPO.

"Kami melihat kelompok tani Karya Serumpun, programnya terus berinovasi. Bahkan, tidak hanya dalam peningkatan TBS tetapi juga program peningkatan ekonomi masyarakat." ucapnya.

Faisal menekankan bahwa pihak pemerintahan siap untuk bermitra dengan para petani dan juga WEI kedepannya.

“Kami berharap WEI terus berkembang agar seluruh petani kelapa sawit mendapat manfaat dari program ini dan menyentuh di 14 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu," harapnya.

Dalam pada itu, Project Coordinator dari WEI, Sutoyo pada kesempatan itu menggambarkan pencapaian dan tantangan program.

"Hari ini merupakan kesempatan untuk merenungkan kemajuan yang telah dicapai dan tantangan yang masih dihadapi. Kami telah melihat peningkatan dalam praktik pertanian, tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan pertanian sawit berkelanjutan," ucap Sutoyo.

Laporan: Kasmedi
Editor: Edwar Yaman

 

Editor : RP Edwar Yaman
#wei #kelapa sawit #Petani Sawit Swadaya