Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Penyerahan Ayam Jantan untuk Suku Talang Mamak hingga Terwujudnya Pilkada Damai di Inhu

Raja Kasmedi • Minggu, 15 Desember 2024 | 15:55 WIB
Waka Polres Inhu, Kompol Manapar Situmeang SIK MH menyerahkan ayam jantan kepada Batin Bangka pada acara Gawai Kebatin
Waka Polres Inhu, Kompol Manapar Situmeang SIK MH menyerahkan ayam jantan kepada Batin Bangka pada acara Gawai Kebatin

 

RENGAT (RIAUPOS.CO)- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akhirnya berjalan damai dan sejuk.

Segala upaya yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Inhu untuk mewujudkan Pilkada damai dan sejuk, cukup panjang dan banyak cerita.

Begitu juga dengan salah satu upaya untuk mewujudkan Pilkada damai terhadap masyarakat suku Talang Mamak yang berada dipedalaman Kabupaten Inhu.

Polres Inhu butuh waktu sekitar dua pekan untuk menyiapkan konsep agar bisa hadir dan diterima masyarakat Suku Talang Mamak.

Hingga adanya penyerahan ayam jantan kepada perwakilan masyarakat Suku Talang Mamak yang disebut Batin, dapat terlaksana.

Penyerahan ayam jantan itu terlaksana melalui acara adat suku Talang Mamak berupa Gawai Kebatin.

Kegiatan itu berupa acara pesta adat pernikahan anak suku Talang Mamak di Dusun Sungai Mahang, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu pada tanggal 12 Oktober 2024 lalu.

Hadir dan diterima melalui penyerahan ayam jantan di acara Gawai Kebatin suku Talang Mamak, tidak lain dalam rangka sosialisasi Pilkada damai.

Saat itu hadir, Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI diwakili oleh Waka Polres, Kompol Manapar Situmeang SIK MH didampingi sejumlah Pejabat Utama Polres. Selain itu juga menggandeng KPU dan Bawaslu daerah itu.

Perjalanan rombongan Waka Polres Inhu menggunakan kendaraan roda empat dari kota Rengat menuju Dusun Sungai Mahang, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Kondisi jalan, ketika memasuki Kecamatan Rakit Kulim menuju Desa Talang Durian Cacar yang mengalami rusak, juga menjadi faktor penyebab lama waktu perjalanan.

Mobil jenis double cabin yang digunakan rombongan, juga sempat terkendala ketika berada di titik jalan rusak dan berlumpur daerah itu.

Karena selain berlumpur, posisi titik jalan rusak itu berada di tanjakan.

Ketika tiba di lokasi acara, sejumlah pemuka adat Talang Mamak sudah terlihat menunggu Waka Polres Inhu dan rombongan.

Bahkan, kepada Waka Polres Inhu dipasangkan tanjak dari kain khas adat Talang Mamak.

Usai prosesi pemasang tanjak kepada Waka Polres dan Ketua KPU Inhu, Ronaldi Ardian SH dan Ketua Bawaslu Inhu, Dedi Risanto SIP SH MSI, dilanjutkan prosesi penyerahan ayam jantan.

Ayam jantan yang dibawa Waka Polres Inhu diserahkan di gelanggang sabung ayam yang menjadi tradisi adat Talang Mamak pada acara pesta pernikahan.

Ayam jantan yang diserahkan Waka Polres Inhu dimaksud untuk membantu lauk pauk pada acara pesta pernikahan tersebut.

"Ini buah tangan dari kami pak Batin. Semoga dapat dimanfaatkan untuk acara pesta pernikahan ini," ucap Waka Polres Inhu, Kompol Manapar Situmeang SIK MH saat menyerahkan ayam jantan.

Usai penyerahan ayam jantan, pemuka adat Talang Mamak Desa Talang Durian Cacar yakni Batin Bangka pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada Waka Polres dan rombongan yang sudah bersedia hadir di acara Gawai Kebatin pesta pernikahan anak kemenakannya.

Acara Gawai Kebatin berlangsung selama tujuh hari dan tujuh malam.

Batin Bangka juga menjelaskan tentang tradisi sabung ayam pada helat pesta pernikahan itu. Bagi ayam jantan yang kalah bertarung di gelanggang yang sudah siapkan, akan diserahkan kepada tuan rumah untuk jadikan lauk pauk pada acara pesta tersebut.

Baca Juga: Malam Ini Jumpa Vietnam Grup B Piala AFF 2024, Target Timnas Indonesia Turun, Bisa Imbang Saja Sudah Cukup

Usai acara penyambutan dan penyerahan ayam jantan, Batin bersama pemuka adat lainnya mengajak Waka Polres dan rombongan memasuki rumah yang menggelar pesta pernikahan. Di rumah tersebut dilakukan sosialisasi Pilkada damai oleh Waka Polres Inhu.

Waka Polres Inhu pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, pihaknya sengaja hadir langsung pada acara Gawai Kebatin.

"Kami menyempatkan hadir pada acara adat ini untuk menyampaikan pesan-pesan cooling system untuk terwujudnya Pilkada serentak 2024 yang aman, damai dan bermartabat," kata Kompol Manapar Situmeang.

Cooling system dan kegiatan sosialisasi oleh Polres Inhu sebutnya, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik bagi masyarakat setempat.

Sehingga target partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 dapat tercapai.

Untuk itu harapnya, melalui kegiatan di pesta adat yang di hadiri masyarakat suku Talang Mamak, hendaknya dapat menyebarkan informasi tentang Pilkada kepada warga lainnya.

Karena masyarakat suku Talang Mamak juga memiliki hak yang sama pada Pilkada serentak dan suara masyarakat Talang Mamak juga menentukan masa depan daerah.

Kemudian, warga yang sudah memiliki hak suara hendaknya datang ke TPS untuk menyalurkan hak suara. "Mari beramai-ramai datang ke TPS menyampaikan hak suara," ajak Waka Polres.

Sementara itu, Ketua KPU Inhu, Ronaldi Ardian SH juga menekankan tentang pentingnya pendidikan demokrasi bagi semua lapisan masyarakat.

Karena melalui Pilkada, masyarakat yang memiliki hak yang memiliki hak suara yang akan menentukan pemimpinnya ke depan.

Hak suara yang diberikan untuk pemilihan Gubernur dan Wagub Riau serta Bupati dan Wabup Inhu sangat menentukan arah kebijakan untuk lima tahun ke depan.

"Bapak dan ibu yang sudah terdaftar dalam DPT, silahkan datang ke TPS untuk menyampaikan hak suara," kata Ronaldi Ardian.

Ketua Bawaslu Inhu, Dedi Risanto SIP MSi, mengingatkan bahwa setiap kegiatan kampanye harus dilakukan dengan etika dan tanpa praktik money politic.

"Hindari pelanggaran dan jangan gara-gara diiming-imingi tim sukses, terjerat masalah hukum," katanya.

Pemuka adat Talang Mamak Desa Talang Durian Cacar yakni Batin Bangka menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan sosialisasi tentang Pilkada serentak.

Karena dari sosialisasi yang diberikan kepada warga suku Talang Mamak, merupakan informasi yang sangat berharga.

Sebelumnya sambung Batin Bangka, masih banyak warga suku Talang Mamak yang awam terhadap Pilkada serentak tersebut.

Namun ketika hadir pada acara sosialisasi ini, tentunya akan menambah pengetahuan tentang Pilkada tersebut.

Batin Bangka juga menyampaikan permohonan maaf, jika dalam penyambutan dan selama berlangsungnya acara terdapat salah dan kekurangan.

"Kami masyarakat biasa yang kurang mengerti tentang penyambutan kegiatan resmi pemerintahan," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Talang Durian Cacar, Nanang Oktapianto mengatakan bahwa, melalui cooling system yang dilakukan Polres Inhu dapat dipahami masyarakat.

"Penduduk Talang Durian Cacar mencapai lebih kurang tiga ribu jiwa dan sekitar 1.500 jiwa memiliki hak suara," ujarnya.

Warga Talang Mamak sambungnya, sekitar 60 persen masih minim pemahaman tentang demokrasi.

Sehingga pada akhirnya, terdapat, golput akibat tidak datang ke TPS. "Semoga sosialisasi ini dapat mengurangi terjadinya golput di Desa Talang Durian Cacar," harap Kades.

Ditempat terpisah, Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI mengatakan bahwa, selama tahapan kampanye telah dikerahkan ratusan personel.

Bahkan, pada pelaksanaan debat kandidat, dikerahkan 300 personel dari berbagai kesatuan.

Begitu juga pada pelaksanaan tahapan pencoblosan berlangsung dengan baik dan lancar. Bahkan, tidak ada kejadian luar biasa yang dapat menganggu pelaksanaan pencoblosan.

"Ada 2.700 personel yang dikerahkan untuk pengamanan pada tahapan pencoblosan," kata Fahrian Saleh Siregar.

Kemudian pascatahapan pencoblosan, Polres Inhu juga memperketat pengamanan di seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di daerah itu.

Hal itu dilakukan agar pasca pelaksanaan tahapan pencoblosan Pilkada serentak 2024 tidak terjadi gangguan keamanan.

Tidak itu saja, untuk menjaga situasi aman dan kondusif, Kapolres Inhu juga langsung memimpin pengamanan pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu.

Ada sebanyak 415 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan rapat pleno tersebut.

Dimana, pelaksanaan rapat pleno tersebut dilaksanakan di Kantor KPU Inhu di Jalan Raya Pematang Reba-Pekan Heran Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat.

"Alhamdulillah, hingga berakhirnya tahapan pleno, Pilkada serentak di Kabupaten Inhu berjalan lancar, damai dan sejuk," ucap Fahrian Saleh Siregar.

Setelah pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pilkada serentak 2024 tingkat KPU, Paslon nomor urut 2 Ade Agus Hartanto-Hendrizal menang dengan perolehan sebanyak 110.311 suara

Sementara, pasangan petahana nomor urut 3 Rezita Meylani Yopi-Suhardi hanya berhasil meraih 55.786 suara.

Sedangkan diurutan terakhir yakni Paslon nomor urut 1 Raja Haryono-Elda Suhanura dengan perolehan 21.334 suara. (kas)

Editor : M. Erizal
#pilkada 2024 #cooling system #polres inhu #suku talang mamak