RENGAT (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 468 orang pegawai RSUD Indrasari Rengat belum terima uang jasa tahun 2024 lalu. Bahkan hingga Februari 2025 ini, belum ada informasi tentang pembayaran uang jasa tersebut.
Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Direktur RSUD Indrasari, dr Lusi Lestari mengatakan bahwa, pihaknya terus mengupayakan pembayaran uang jasa kepada pegawai semaksimal mungkin.
"Terkait jasa yang belum dibayarkan, terjadi akibat pendapatan klaim pelayanan BPJS yang seharusnya dibayarkan pada bulan Desember 2024 lalu tetapi baru masuk pada Januari 2025," ujar dr Lusi Lestari, Rabu (5/2/2025).
Sehingga dengan kondisi ini, jasa pelayanan melewati tahun anggaran, harus di akui menjadi hutang. Oleh karena itu, jasa pelayanan perlu dan sedang dalam proses review hutang.
Kemudian sambungnya, kondisi yang terjadi itu juga sudah disampaikan kepada seluruh staff. "Kami sudah berikan informasi tentang keadaan yang ada saat ini dan sebagian besar sudah memahami kondisi itu," ungkapnya.
Direktur RSUD Indrasari juga menyampaikan bahwa, ia sudah berkoordinasi dengan pihak Inspektorat. Bahkan, Inspektorat akan membantu agar hasil review hutang bisa diselesaikan secepat mungkin.
Sementara total jasa yang belum dibayarkan itu diantaranya, hutang jasa umum sejumlah Rp 1.218.756.454. Kemudian, hutang jasa BPJS sejumlah Rp 3.601.775.100. Hutang jasa yang belum dibayarkan itu terhitung sejak bulan Juli hingga Desember 2024.(kas)
Editor : M. Erizal