TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Menunjang distribusi hasil perkebunan dan kebutuhan logistik masyarakat di wilayah pesisir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan pembukaan jalur Kapal Ro-Ro Tembilahan-Batam.
Pembahasan ini disampaikan Bupati Inhil H Herman dalam kunjungan kerja Kepala Daerah se-Riau yang dipimpin Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid di Kantor Pusat PT ASDP Indonesia Ferry, Senin (5/5).
“Saat ini Kabupaten Inhil sudah dilayani oleh kapal perintis Tol Laut Sabuk Nusantara dengan rute Tembilahan-Guntung hingga Pontianak, namun jalur tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dan barang secara optimal,”ujar Bupati dihadapan pihak ASDP Indonesia Ferry.
Dia menjelaskan, waktu tempuh dari Tembilahan ke Pekanbaru melalui jalur darat membutuhkan sekitar 7-8 jam. Oleh karena itu, transportasi laut menjadi alternatif penting terutama untuk mobilisasi hasil perkebunan dari Inhil ke daerah tujuan seperti Batam dan Tanjung Pinang.
“Hasil perkebunan dari Inhil selama ini banyak dikirim melalui Ro-Ro dari Tungkal (Provinsi Jambi) ke Batam. Jika tersedia jalur langsung dari Tembilahan ke Batam, maka ongkos distribusi akan jauh lebih efisien,”ucapnya.
Ia menyebutkan, sejumlah daerah seperti Provinsi Jambi, Sumatera Barat, dan kabupaten di Provinsi Riau seperti Kuantan Singingi juga menunjukkan antusiasme terhadap rencana pembukaan jalur Ro-Ro ini.
Produk-produk seperti beras, sayur dan bahan pokok lainnya yang dibutuhkan di Batam dan Tanjung Pinang dapat langsung dikirim melalui jalur laut dari Tembilahan.(*2/gem)
Editor : Arif Oktafian