Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Usulkan 4 Langkah Strategis Hadapi Fluktuasi Harga Kelapa

M Ali Nurman • Sabtu, 17 Mei 2025 | 08:50 WIB
Petani Parit Rumbia, Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil membuka kulit kelapa menggunakan alat tradisional, baru-baru ini.
Petani Parit Rumbia, Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil membuka kulit kelapa menggunakan alat tradisional, baru-baru ini.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Empat langkah strategis disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dalam merespon fluktuasi atau ketidakstabilan harga kelapa saat ini.

Langkah tersebut untuk memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat khususnya yang bergantung pada sektor pertanian kelapa rakyat. Demikian disampaikan Bupati Inhil Herman setelah mengahadiri salah satu kegiatan, Jumat (16/5).

Pertama, Pemkab Inhil mengusulkan pembukaan ekspor kelapa dan mendorong kementerian terkait agar tidak memberlakukan moratorium ekspor kelapa. 

‘’Dengan dibukanya kembali kran ekspor ke pasar luar negeri secara luas, diharapkan permintaan terhadap kelapa rakyat meningkat dan harga pun lebih stabil,’’ kata Herman.

Kedua, mendorong regulasi harga minimal, pemerintah daerah juga mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk segera menyusun regulasi terkait harga minimal kelapa, sebagaimana telah diterapkan pada komoditas kelapa sawit. 

‘’Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang merugikan,’’ ucapnya.

Ketiga, meningkatkan akses transportasi dan pelabuhan alternatif, upaya peningkatan konektivitas perdagangan antar daerah terus dilakukan, termasuk pengembangan jalur kapal Ro-Ro yang dapat menjadi alternatif pelabuhan dagang. Tujuannya memperlancar distribusi hasil pertanian dan memperluas jangkauan pasar.

Keempat, normalisasi parit dan penguatan infrastruktur. Sekitar 80.000 hektare kebun kelapa milik masyarakat di Inhil saat ini terendam air, pemerintah daerah memprioritaskan program normalisasi parit, penguatan tanggul, serta perbaikan infrastruktur penunjang lainnya agar mobilitas dan produktivitas ekonomi masyarakat bisa meningkat.

Bupati menekankan, persoalan perkelapaan merupakan isu kompleks yang memerlukan penanganan menyeluruh, konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, hasil dari perbaikan yang dilakukan saat ini mungkin belum sepenuhnya dirasakan oleh generasi sekarang. Namun, ia berharap upaya tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi kesejahteraan anak cucu di masa mendatang.

Herman juga menyampaikan harapannya agar masyarakat tetap bersabar dan memahami bahwa proses perbaikan ini membutuhkan waktu dan kerja sama semua pihak. 

Dia mengajak masyarakat untuk mendoakan agar setiap upaya yang dilakukan pemkab dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dari data yang didapat, saat ini harga kelapa jambul per kilo di Inhil mencapai Rp4.500 dan kelapa licin Rp4.800 per Kg. Sementara sebelumnya harga kelapa tembus hingga diangka Rp 6.000 per Kg.

Bahkan menurut salah satu petani di Inhil bernama Khairul, jika kelapa jambul maupun licin diekspor selisih harganya bisa mencapai Rp2.000 per kilonya.

‘‘Karena tidak bisa diekspor lagi, kami harus menjual ke penampung atau touke masing-masing,’’ sebutnya.(ali/*2)

Editor : Rindra Yasin
#pemkab inhil #harga kelapa #fluktuasi