Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kecamatan Gaung dan Keritang Kembali Terdeteksi Titik Api, Total Lahan Terbakar di Inhil Mencapai 13,5 Hektare

M Ali Nurman • Jumat, 27 Juni 2025 | 20:48 WIB
Ilustrasi karhutla. Hingga saat ini total lahan terbakar di Inhil mencapai 13,5 hektare.
Ilustrasi karhutla. Hingga saat ini total lahan terbakar di Inhil mencapai 13,5 hektare.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Dari data Sipongi yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan bertambah empat hot spot (titik panas) dan titik api di dua kecamatan, Kamis (26/6/2025).

Pertama, di Kecamatan Gaung terdapat 3 hot spot dan 1 titik api aktif dengan luasan 2,5 hektare. Kemudian di Kecamatan Keritang terdapat 1 penambahan hot spot  dan 1 titik api dengan total 5 hot spot, 1 titik api serta luas lahan terbakar mencapai 1 hektare.

Sementara sebelumnya, kebakaran juga terjadi di beberapa kecamatan lain seperti Tempuling, Batang Tuaka, Enok, dan Reteh, meski dalam skala yang lebih kecil.

 Baca Juga: Didukung BRI, Produk Camilan Casa Grata Buktikan UMKM Indonesia Siap Go Global

Sehingga total keseluruhan di kecamatan di Kabupaten Inhil ini tercatat 34 hot spot, 1 fire spot dan luasan terbakar mencapai 13,5 hektare. Bupati Inhil Herman mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Inhil.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya titik panas (hotspot) di beberapa kecamatan yang terpantau melalui sistem pemantauan Sipongi.

Bupati Herman menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus terlibat aktif dalam mencegah terjadinya karhutla, termasuk dengan tidak membuka lahan menggunakan cara pembakaran.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dalam bentuk apa pun. Bahaya kebakaran bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan bersama," tegas Bupati Inhil, Herman, Jumat (27/6/2025).

Ia juga menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan karhutla, serta menyosialisasikan bahaya dan sanksi hukum atas pembakaran lahan.

"Perlu sinergi semua pihak. Jangan sampai kita lengah, karena satu titik api saja bisa menjalar menjadi bencana besar," pungkas Bupati Herman.

Upaya monitoring dan penanggulangan terus dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran, agar dapat ditangani sejak dini.(*2)

 

 

 

Editor : Edwar Yaman
#Lahan Terbakar di Inhil Capai 13 setengah hektare #karhutla inhil #Kecamatan Gaung dan Keritang Kembali Terdeteksi Titik Api