TEMBILAHAN (RIAUPOS)--Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman menginstruksikan seluruh camat, lurah, kepala desa serta stakeholder terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah masing-masing.
Hal ini disampaikan Bupati Herman agar seluruh pemangku kepentingan bisa menghadapi puncak musim kemarau, di mana saat ini jumlah titik panas di Provinsi Riau meningkat.
Berdasarkan data BMKG Provinsi Riau, saat ini telah terdeteksi sebanyak 135 titik panas di wilayah Riau. Gubernur Riau H Abdul Wahid, pun telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla sebagai respons atas kondisi tersebut.
Menyikapi hal itu, Bupati Herman mengimbau agar seluruh aparatur pemerintah daerah turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan sosialisasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia juga meminta agar masyarakat turut berperan aktif melaporkan kepada perangkat desa, kecamatan, maupun aparat penegak hukum jika menemukan indikasi pembakaran lahan.
"Di Provinsi Riau sudah ada penegakan hukum, 44 orang telah ditetapkan sebagai tersangka akibat membakar lahan. Semoga ini menjadi efek jera bagi siapa pun yang masih melakukan pembakaran," tegas Bupati Inhil Herman usai menghadiri salah satu kegiatan, Jumat (25/7/2025).
Bupati Herman berharap melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, potensi karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir dapat diminimalkan.
"Kita semua harus bergerak bersama, jangan sampai kejadian karhutla meluas dan membahayakan masyarakat serta lingkungan,"pungkasnya. (*2)
Editor : Edwar Yaman