TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Puluhan Pelajar di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang keracunan diduga dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi tiga orang.
Sebelumnya dari data yang didapat korban keracunan makanan 28 orang. 24 orang berada di RSUD Puri Husada Tembilahan, 2 orang di Rumah Sakit 3M dan sisanya di Puskesmas Gajah Mada.
Demikian disampaikan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Rahmat saat dikonfirmasi, Sabtu (23/8/2025) siang.
"Hari ini yang masuk ke RSUD dengan keluahan yang sama, muntah-muntah, lemas, pusing tiga orang," katanya.
Masih dikatakan dr Rahmat, dari total yang 27 orang yang dilakukan observasi di RSUD PH Tembilahan. 15 orang dirawat inap dan sisanya sudah pulang.
"Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik,"ucap dr Rahmat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, Rahmi Indrasuri mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pelajar yang sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan.
"Sampai dengan hari ini, perkembangan anak-anak yang dirawat di RSUD sudah menunjukkan kondisi yang semakin membaik," ungkapnya.
Sedangkan penyebab keracunan makanan yang diduga dari dapur MBG oleh beberapa sekolah di Tembilahan mulai dari TK, SD, hingga SMA ini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Inhil bersama Dinas Kesehatan.
"Masih dalam pemeriksaan dan meminta keterangan pihak-pihak terkait, sabar dulu ya," ujar Kasat Reskrim AKP Budi Winarko.
Sebelumnya, puluhan pelajar di Tembilahan mendadak dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan, Jumat (22/8/2025) malam, dengan gejala seragam, seperti muntah-muntah, pusing hingga lemas.
Kepanikan pun terjadi karena hampir bersamaan para pelajar menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Puri Husada Tembilahan.
Menurut salah satu orang tua siswa yang anaknya dirawat di RSUD, gejala muntah-muntah hingga tubuh lemas diketahui setelah mengkonsumsi makanan yang diberikan dari dapur MBG.
"Waktu pulang sekolah, anak saya sudah muntah-muntah, ini pengakuannya setelah makan yang diberikan dari MBG,"ucapnya.
Menurut orang tua siswa tersebut, MBG yang diberikan itu baru berjalan dua hari, dimana hari pertama menunya berupa nasi dan ayam serta sayuran.
"Hari kedua mie goreng, tempe, sayur toge, yang hari kedua inilah anak saya dan teman-temannya keracunan setelah mengkonsumsi yang diberikan dari dapur MBG itu,"jelasnya. (*2)
Editor : Edwar Yaman