TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Bupati Herman tegaskan tidak akan memberi izin baru pembukaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Hal ini ia sampaikan saat acara silaturahmi Kamtibmas yang digelar Polres Inhil disalah satu cafe Tembilahan, Senin (8/9/2025) malam.
Karena menurut Bupati Herman, Kabupaten Inhil harus kembali ke jati diri awal yaitu bertumpu pada komoditas perkebunan kelapa, bukan kelapa sawit.
"Saya tidak akan memberikan izin pembukaan kebun kelapa sawit," tegas Bupati Herman di hadapan jajaran Forkopimda.
Pernyataan Bupati ini seolah menjadi jawaban atas keresahan sebagian masyarakat yang khawatir dengan maraknya ekspansi sawit.
Kabupaten Inhil lanjutnya, tidak boleh kehilangan arah. Kelapa yang telah lama menjadi penopang kehidupan masyarakat harus kembali mendapat ruang utama dalam kebijakan daerah.
Silaturahmi Kamtibmas yang biasanya fokus pada isu keamanan dan ketertiban masyarakat, malam itu juga menjadi ruang diskusi ekonomi. Beberapa tokoh menyambut baik sikap Bupati, mengingat sebagian besar masyarakat Inhil menggantungkan hidup pada kelapa.
"Kalau sawit, mungkin untung di awal, tapi jangka panjangnya banyak masalah. Kelapa lebih ramah lingkungan dan sudah mengakar dalam kehidupan orang Inhil," ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.
Herman menambahkan, arah kebijakan daerah yang ia jalankan juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan perkebunan.
"Ini sesuai dengan semangat Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis potensi lokal," ujarnya.
Dengan sikap tidak memberi izin kebun sawit baru, Herman ingin menegaskan bahwa Inhil punya jalan sendiri dalam membangun ekonomi. Acara malam itu pun ditutup dengan kesepahaman, keamanan dan ketertiban. Diketahui, arah kebijakan ekonomi menentukan ketenangan hidup warga, dan kelapa tetap menjadi denyut nadi yang harus dijaga.(*2)
Editor : Rinaldi