TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meningkatkan literasi melalui media koran. Pihak sekolah memilih salah satu media baca seperti koran selain meningkatkan minat baca juga untuk memberikan informasi-informasi perkembangan yang akurat.
Kepala SDN 007 Panglima Raja, Dedi Yunasri, Selasa (23/9/2025) mengatakan selain buku, koran memiliki nilai historis dan peran edukatif yang tak tergantikan.
"Siswa dengan penuh antusias membaca, sebab hal ini memberikan pengalaman yang tak bisa digantikan oleh layar digital,"ucal Dedi Yunasari.
Dengan media koran, siswa hingga pihak sekolah bisa menyentuh langsung sejarah dan berbagai kejadian yang tertulis serta menyimpan dokumentasi cetak sebagai arsip berharga.
"Apalagi ada pembelajaran di bahasa indonesia terkait ejaan yang disempurnkan dan lainnya maka kita langganan koran untuk bisa kita manfaatkan membaca, meskipun hanya sebagai simbol dari tradisi membaca koran," ujarnya.
Dedi mengakui di tengah gempuran konten viral dan informasi instan, koran cetak masih menawarkan kualitas dalam penyajian berita yang terverifikasi dan lebih terpercaya apalagi ada unsur pendidikannya.
"Bagi saya bersama para guru dan murid di sekolah, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara teknologi dan tradisi literasi, namun dengan ada koran pembelajaran literasi di sekolah kian meningkat," tuturnya.
Baginya, meski teknologi memungkinkan akses informasi yang cepat, tetapi koran memberikan kedalaman dan kenikmatan tersendiri dalam membaca.
"Kehadiran koran cetak di sekolah kami sebenarnya lebih dari sekadar sarana informasi, namun juga pendukung dalam pembelajaran bagi para murid kami," ulasnya.
Tidak hanya itu, Dedi akan terus komit dalam membudayakan literasi sebab Ini adalah bentuk upaya pihaknya untuk memanfaatkan kembali koran-koran tersebut secara bijak dan tidak langsung dibuang begitu saja.
"Pemanfaatan koran cetak itu ternyata cukup beragam. Misalnya, ada guru atau murid yang memanfaatkan lembaran koran untuk pembelajaran bahasa indonesia menemukan opini, atau berita terkini dan lainnya," ujarnya.
Bahkan, sambungnya, bagi yang aktif di kegiatan seni, koran sering digunakan sebagai media atau bahan membuat prakarya. Artinya, koran tetap memiliki fungsi meskipun peran utamanya sebagai sumber berita mulai bergeser.
"Dengan segala manfaatnya, tidak ada salahnya jika sekolah-sekolah kita yang ada di Inhil tetap mempertahankan berlangganan koran cetak apalagi media koran dan ada unsur pendidikan," tutupnya.(*2)
Editor : Edwar Yaman