TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Harga cabai merah keriting di pasar tradisional Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sempat turun di angka Rp 50 ribu rupiah perkilogram, namun kini kembali naik menjadi Rp 70 ribu per kg.
Fluktuasi harga cabai merah keriting ini disebabkan permintaan pasar lebih tinggi dari jumlah pasokan. Hal tersebut tentunya dipengaruhi dengan cuaca tak menentu yang menyebabkan seringnya petani gagal melakukan panen.
Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Inhil, Nursal Sulaiman, Rabu (1/10/2025).
Dari data Disperindag, di tanggal 29 September harga cabai merah keriting turun di angka Rp 50 ribu perkilogram, sementara sehari setelahnya kembali naik Rp 20 ribu atau menjadi Rp 70 ribu.
"Pedagang kita mengambil kebutuhan pangan seperti cabai merah dari Provinsi Jambi, Sumbar dan Sumut, sehingga jika kebutuhan tinggi dan bahan kurang maka harga naik,"ujarnya.
Dari informasi para pedagang tradisional Tembilahan, saat ini kebutuhan cabai merah keriting mulai terpenuhi dan pendistribusiannya lancar.
"Jika bahan pokok melimpah dan pengirimannya lancar tentu harga kembali turun,"ucapnya lagi.
Terakhir disampaikan mantan Kadis Damkar ini, pemkab melalui Disperindag komitmen dalam menekan inflasi di Kota Tembilahan.
Sementara kebutuhan pokok lainnya seperti beras ladang Rp14.000 per kg, kayu manis Rp 17.000 per kg, beras SPHP Rp 13.100 per kg, gula pasir curah Rp 18.000 per kg, bawang putih Rp 35.000 per kg, tomat Rp 18.000 per kg, kentang Rp 20.000 per kg dan mentimun Rp 12.000 per kg masih di harga normal. (*2)
Editor : M. Erizal