TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Dari data yang dikeluarkan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masuk 10 kabupaten mengalami inflasi year-on-year (y-o-y) tertinggi secara nasional di angka 6,14 persen.
Dari data tersebut, Kota Tembilahan, Inhil berada di peringkat 5 dengan inflasi tertinggi dibawah Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Hal ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian melalui Wamendagri III, Akhmad Wiyagus melalui rapat pengendalian inflasi dan evaluasi program 3 juta rumah yang diikuti Pemkab Inhil, Senin (24/11/2025).
Asisten II Setda Inhil, Dwi Budianto menyatakan data tersebut mendapatkan perhatian khusus dari Kemendagri karena menunjukkan perlunya langkah penanganan yang lebih intensif dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Pergerakan harga emas sebagai safe haven juga menunjukkan tingginya minat masyarakat, namun memberi efek tambahan pada tekanan inflasi,"kata Dwi.
Lanjutnya, atas persentasi Wamendagri, komoditas bawang merah tercatat mengalami kenaikan harga di 196 kabupaten/kota pada minggu ke-III November 2025, dengan rata-rata harga nasional Rp 40.267 per kilogram, masih sedikit di bawah HAP (Rp 41.500/kg).
Data nasional menunjukkan bahwa kelompok volatile food (makanan bergejolak) pada Juni 2025 mengalami inflasi sebesar 0,77 persen terutama disumbang oleh beras, cabai rawit, dan bawang merah.
"Komoditas lainnya seperti cabai merah, cabai rawit, dan beras juga ikut menyumbang inflasi. Sehingga diperlukan langkah kedepan untuk menekan angka inflasi,"ujarnya.
Terakir disampaikannya, melalui rapat ini pemerintah daerah diminta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan stabilitas harga di daerah.
"Pemerintah pusat diminta memperkuat ketahanan ekonomi, salah satunya stabilitas harga bahan pokok,"tutup mantam Kepala Dinas PMD Inhil ini. (*2)
Editor : M. Erizal