Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hingga Akhir Desember 2025 Inflasi Tembilahan Tertinggi di Riau, Ini Penyebabnya

M Ali Nurman • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:30 WIB
Pemda Inhil bersama BPS dan Forkopimda melaksanakan press release BRS Inflasi di Aula Bappeda Inhil Jalan Kesehatan, Tembilahan, Senin (5/1/2026).
Pemda Inhil bersama BPS dan Forkopimda melaksanakan press release BRS Inflasi di Aula Bappeda Inhil Jalan Kesehatan, Tembilahan, Senin (5/1/2026).

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Inflasi di Kota Tembilahan pada akhir Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 6,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,45.

Data tersebut disampaikan dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Inflasi Tembilahan yang digelar BPS Inhil di Aula Kantor Bappeda Inhil, Senin (5/1/2026) kemarin. Kegiatan itu dihadiri Bupati Inhil yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhil, H Dwi Budiyanto.

Kepala BPS Inhil Zulyadi, SST, MSi, menjelaskan inflasi y-on-y Tembilahan dipicu kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik 9,08 persen.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki 0,68 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,70 persen, kesehatan 2,25 persen, transportasi 1,40 persen, pendidikan 2,01 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 24,30 persen.

Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.

Sementara Asisten II Setda Inhil H Dwi Budiyanto menegaskan bahwa data inflasi BPS menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.

"Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, terutama menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok," ujarnya.

Pada kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kepala BPS Inhil, unsur Forkopimda Inhil, serta perwakilan perangkat daerah terkait dan lainnya. (*2)

 

Editor : Edwar Yaman
#BPS Inhil #inflasi #tembilahan