TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Kondisi pasang air laut di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (9/1/2026), terpantau dalam kondisi normal dan tidak mengalami kenaikan signifikan seperti beberapa hari sebelumnya.
Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil tetap melakukan pemantauan dan bersiaga mengantisipasi kemungkinan genangan akibat pengaruh curah hujan.
Kalaksa BPBD Inhil R Arliansyah melalaui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Ari Syuria, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah pasang laut malam ini merupakan puncak pasang.
Berdasarkan indikator pasang laut, ketinggian air diperkirakan berada di angka 4,1 meter, yang secara normal tidak sampai menggenangi badan jalan.
"Tak bisa dipastikan, malam ini puncak pasang sekitar pukul 21.05 dengan indikator 4,1. Dengan indikator itu biasanya air tidak sampai ke jalan," ujar Ari Syuria.
Namun demikian, BPBD mengingatkan adanya potensi genangan tambahan yang dipengaruhi faktor lain, khususnya curah hujan di wilayah hulu. Hujan yang terjadi semalaman sebelumnya dinilai menyebabkan air belum sepenuhnya terserap, sehingga dapat memperparah kondisi saat pasang laut berlangsung.
"Informasinya di hulu terjadi hujan dan genangan hujan semalam belum terserap. Kemungkinan masih bisa terendam sampai ke jalan, terutama di area Tembilahan,"jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil saat ini siaga di kantor dan siap turun ke lapangan apabila dibutuhkan oleh masyarakat.
"Kami dari TRC BPBD standby di kantor. Kalau ada warga yang membutuhkan bantuan, kami siap," tegas Ari.
BPBD Inhil mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan genangan dan pasang rob, untuk tetap waspada serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat.(*2)
Editor : Edwar Yaman