Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Anjlok, Petani Kelapa Menjerit

M Ali Nurman • Senin, 26 Januari 2026 | 10:34 WIB
Petani sedang melakukan penyolakan atau mengupas kulit kelapa di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, belum lama ini.
Petani sedang melakukan penyolakan atau mengupas kulit kelapa di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, belum lama ini.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - HARGA kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali anjlok. Memasuki pekan keempat Januari 2026, harga komoditas unggulan tersebut terus mengalami penurunan signifikan di tingkat petani.

Jika pada awal Januari lalu harga kelapa jambul (kelapa bulat) masih bertahan di kisaran Rp4.500 per kilogram, kini harganya merosot tajam hingga Rp3.800 per kilogram.

’’Kelapa bulat hari ini sudah Rp3.800 per kilo. Turun terus nampaknya,’’ ujar Badlawi petani kelapa di Kecamatan Mandah, Ahad (25/1).

Pria yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari kebun kelapa itu mengaku penurunan harga terjadi sangat cepat. Bahkan, dalam dua hari terakhir per kilogramnya turun Rp600.

‘’Sejak Kamis dan Jumat kemarin sudah turun lagi. Harga di pancang maupun di kapal sama saja, semuanya turun,’’ katanya.

Kondisi ini membuat petani semakin terhimpit. Pasalnya, biaya produksi dan operasional kebun cenderung tinggi, sementara harga kebutuhan pokok tidak ikut turun.

’’Biaya operasional tinggi, kebutuhan pokok juga mahal. Kalau begini terus bisa-bisa pendapatan minus,’’ keluhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) Inhil, TM Saifullah membenarkan kondisi tersebut. 

Menurutnya, penurunan harga kelapa dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global.
‘’Salah satu faktor utama adalah ketidakseimbangan antara supply dan demand. Pasokan melimpah, sementara permintaan menurun,’’ jelasnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah perusahaan pengolahan kelapa dan penampung saat ini mengalami penumpukan stok, sehingga daya serap terhadap kelapa petani ikut melemah.

‘’Pasokan di perusahaan menumpuk, serapan industri menurun, akibatnya harga di tingkat petani tertekan,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, dinamika pasar ekspor juga turut mempengaruhi. Negara tujuan ekspor utama seperti China dilaporkan mengalami tekanan harga akibat melimpahnya pasokan kelapa global, termasuk dari Vietnam.

‘’Harga ekspor ke China tertekan karena pasokan global melimpah. Ini ikut berdampak ke harga lokal,’’ tambahnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, lemahnya daya beli negara tujuan ekspor turut memperburuk situasi. Meski demikian, Pemkab Inhil, kata Saifullah, terus berupaya mencari solusi.

‘’Pak Bupati terus meminta atensi pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait agar ada kebijakan, minimal penetapan batas ambang harga wajar kelapa dalam, supaya petani punya kepastian harga,’’ pungkasnya.(*2/hen)

Laporan M ALI NURMAN, Tembilahan

Editor : Arif Oktafian
#indragiri hilir #harga kelapa anjlok #tembilahan #saifullah #disdagtrin inhil