TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Hingga Rabu (28/1/2026), dua titik kebakaran terpantau aktif di Kecamatan Gaung, yakni di Desa Simpang Gaung dan Dusun Siagas Jaya, Desa Belanta Raya.
Di Desa Simpang Gaung, penanganan karhutla telah memasuki hari ketiga. Lahan seluas kurang lebih 8 hektare dilaporkan terbakar.
Hingga sore hari, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil masih melakukan pemadaman lanjutan dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Pemadaman dipusatkan di titik koordinat 0⁰05'44.3"S 103⁰06'22,3"E. Kondisi angin kencang menjadi salah satu kendala utama di lapangan, sehingga pendinginan harus dilakukan secara berulang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ari Syuria menyampaikan bahwa hingga kinibkondisi di lokasi belum sepenuhnya aman.
"Tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik rawan," ujarnya.
Sementara itu, titik karhutla lain terdeteksi di Dusun Siagas Jaya, Desa Belanta Raya.
Penanganan di lokasi ini merupakan hari pertama bagi TRC BPBD Tim 2. Hingga kini petugas juga masih melakukan pemadaman, dengan luasan lahan terbakar masih dalam pendataan.
Ari mengatakan selain angin kencang, jarak sumber air yang cukup jauh serta akses jalan sempit dan jauh menjadi kendala dalam proses pemadaman.
"Tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi," jelasnya.
Dalam penanganan dua titik karhutla tersebut, BPBD Inhil mengerahkan personel gabungan bersama TNI, Polri, aparat desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan pemadam juga diturunkan guna mempercepat pengendalian api.
BPBD Inhil mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang masih rawan memicu kebakaran lanjutan. (*2)
Editor : M. Erizal