Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

157 Satuan Pendidikan di Inhil Diajukan Revitalisasi pada 2026, Begini Penejelasan Kadisdik Abdul Rasyid

M Ali Nurman • Selasa, 3 Februari 2026 | 18:50 WIB

 

Kadisdik Inhil, Abdul Rasyid mengunjungi salah satu sekolah di Tembilahan baru-baru ini.
Kadisdik Inhil, Abdul Rasyid mengunjungi salah satu sekolah di Tembilahan baru-baru ini.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) mengusulkan 157 satuan pendidikan untuk direvitalisasi pada tahun anggaran 2026. Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya menjawab masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan rusak dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Abdul Rasyid, Selasa (3/2/2026) mengatakan ratusan satuan pendidikan yang diusulkan tersebut terdiri dari jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Berdasarkan hasil pendataan kondisi sarana prasarana sekolah, terdapat 157 satuan pendidikan yang kami usulkan untuk direvitalisasi pada 2026. Kondisinya bervariasi, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat," ujarnya.

Ia merinci, dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan sekolah dasar yang mengalami kerusakan ruang kelas, atap bocor, lantai retak, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang guru.

Selain itu, sejumlah sekolah juga masih kekurangan ruang belajar akibat pertambahan jumlah peserta didik. Kadisdik menjelaskan, usulan revitalisasi ini telah dimasukkan ke dalam sistem perencanaan dan disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan di lapangan. Wilayah pesisir dan daerah terpencil menjadi perhatian utama karena tingkat kerusakan bangunan sekolah di wilayah tersebut relatif lebih tinggi.

"Revitalisasi yang diusulkan meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan sanitasi sekolah, serta peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran,"jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat revitalisasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun. Sehingga Pemkab Inhil mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan provinsi agar program tersebut dapat terealisasi secara bertahap.

Dengan adanya revitalisasi satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Inhil berharap kualitas lingkungan belajar semakin membaik dan mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Inhil.(*2)

Editor : Edwar Yaman