TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih berstatus Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil pun terus disiagakan untuk merespons setiap titik api yang muncul.
Jumat (6/3/2026), satu tim TRC BPBD Inhil diterjunkan ke Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan.
Meski dalam keadaan puasa, personel BPBD tetap berjibaku memadamkan api di tengah medan yang cukup sulit dengan asap pekat serta suhu panas.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, Raja Arliansah menegaskan, tim diminta tetap berada di lokasi hingga api benar-benar padam dan tidak lagi berpotensi meluas.
"Tim TRC kita minta tetap melakukan pendinginan hingga api benar-benar padam. Jangan sampai ditinggalkan sebelum kondisi benar-benar aman," tegasnya.
Ia menjelaskan, Inhil saat ini masih dalam status Siaga Darurat Karhutla berdasarkan Surat Keputusan Bupati yang berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
Karena itu, seluruh personel penanggulangan bencana terus disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api, terutama di wilayah yang rawan terbakar.
Arliansah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran besar, tindakan tersebut juga melanggar hukum.
"Masyarakat kami minta tidak membakar lahan. Jika melihat asap atau titik api segera laporkan ke petugas agar bisa cepat ditangani," ujarnya.
BPBD Inhil juga terus memantau perkembangan hotspot di wilayah Inhil. Upaya pencegahan dan penanganan dini terus dilakukan guna mencegah kebakaran meluas serta menimbulkan kabut asap. (*2)
Editor : M. Erizal