Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

141,9 Hektare Lahan Terbakar sejak Awal Tahun, BPBD Inhil Minta Bantuan Water Bombing

M Ali Nurman • Minggu, 29 Maret 2026 | 09:44 WIB

TRC BPBD Inhil sedang melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla di Kecamatan Gaung belum lama ini.
TRC BPBD Inhil sedang melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla di Kecamatan Gaung belum lama ini.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meluas sejak awal tahun 2026. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 141,9 hektare, dengan 481 titik panas (hot spot) terpantau.

Kondisi ini mendorong BPBD Inhil mengajukan bantuan pemadaman melalui udara (water bombing) ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Data BPBD Inhil menunjukkan, peningkatan karhutla terjadi seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan berlangsung lebih lama.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Inhil telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

Puncak kejadian terjadi pada 25 Maret 2026. BPBD Inhil menerima laporan kebakaran dari sejumlah wilayah. Yakni Desa Bekawan Kecamatan Mandah, Desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka, serta Desa Teluk Nibung dan Sungai Danai Kecamatan Pulau Burung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil langsung diterjunkan ke lokasi dengan membagi tiga tim pemadaman. Namun, upaya di lapangan terkendala akses dan keterbatasan sumber air, terutama di wilayah Pulau Burung. Api bahkan dilaporkan mulai mendekati permukiman warga.

Atas kondisi tersebut, Bupati Inhil H Herman menginstruksikan Kalaksa BPBD Inhil R Arliansah untuk segera mengambil langkah strategis, termasuk mengusulkan pemadaman udara.

Menindaklanjuti instruksi itu, BPBD Inhil melayangkan surat permohonan bantuan kepada BPBD Provinsi Riau melalui surat nomor 300.2/150/BPBD-SEKR tertanggal 27 Maret 2026.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari bersama menjaga lingkungan,"ucap Arliansyah, Ahad (28/3/2026).

Permintaan bantuan tersebut lanjut Arliansyah, guna mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau tim darat serta menekan perluasan kebakaran.

Selain itu, Arliansyah juga mengimbau masyatakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mari bersama menjaga lingkungan,"tutupnya.(*2)

 

Editor : Edwar Yaman
#lahan terbakar #bpbd inhil #karhutla #water bombing #status siaga darurat karhutla