TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -Peredaran narkotika di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hili (Inhil), kian meresahkan dan dinilai sudah pada tahap mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu kekhawatiran para kepala desa. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Kemuning pun angkat suara melalui forum diskusi yang digelar yang digelar belum lama ini.
Ketua APDESI Kecamatan Kemuning, Tri Aprianto, menegaskan peredaran narkoba telah berdampak luas di tengah masyarakat desa.
"Peredaran narkoba di Kecamatan Kemuning sudah sangat meresahkan masyarakat di masing-masing desa," ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Tak hanya merusak generasi muda, penyalahgunaan narkoba juga disebut memicu meningkatnya tindak kriminal.
Salah satunya, kata Tri, maraknya pencurian sawit dan brondolan yang diduga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan membeli narkoba.
"Kalau tidak punya uang, mereka nekat mencuri sawit untuk membeli narkoba. Ini sangat merugikan petani dan merusak moral desa," jelasnya.
APDESI Kecamatan Kemuning berencana menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Kapolres Inhil dan jajaran Satuan Reserse Narkoba.
Baca Juga: Tinjau Langsung Karhutla di Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis, Kapolda Riau Tegaskan Hal Ini
Mereka mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan dan mengambil langkah tegas untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
APDESI menilai, tanpa penindakan serius, peredaran narkoba dikhawatirkan semakin meluas dan berdampak pada stabilitas sosial serta ekonomi masyarakat desa.(*2)
Editor : Edwar Yaman