TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Tekanan pasang surut air yang terjadi setiap hari akhirnya meruntuhkan satu ruas jalan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Jalan tersebut ambruk setelah tanah penyangganya terus tergerus dalam waktu yang cukup lama.
Warga sebenarnya sudah lama mencemaskan kondisi itu. Retakan demi retakan mulai terlihat sejak beberapa waktu terakhir, disertai penurunan badan jalan yang kian hari kian jelas.
"Awalnya cuma retak, lama-lama turun. Sekarang sudah putus," kata Burhan, warga setempat.
Baca Juga: Angkutan Sampah Liar Dikandangkan, DLHK dan Satpol PP Sasar Pelaku dari Luar Pekanbaru
Ia menyebut, wilayah tersebut memang dikenal rawan longsor karena langsung berhadapan dengan arus pasang surut. Setiap hari, air mengikis tanah di bagian bawah jalan tanpa henti.
Kondisi itu membuat struktur jalan semakin lemah hingga akhirnya tidak mampu lagi menahan beban. Jalan pun amblas dan terputus, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Akibatnya, sebagian badan jalan tampak hilang terbawa arus. Akses yang sebelumnya menjadi jalur utama warga kini lumpuh total.
Baca Juga: Pemilihan RT/RW Pekanbaru Capai Hampir 90 Persen
"Sekarang kami harus cari jalan lain. Harapannya cepat diperbaiki,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R Arliansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kerusakan.
"Tim sudah turun untuk assessment. Kami koordinasikan penanganannya dengan instansi terkait," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kerusakan dipicu oleh gerusan air pasang surut yang berlangsung terus-menerus, sehingga mengikis tanah penopang hingga akhirnya runtuh.
Baca Juga: Dobrak Rumah Diduga Pengedar di Panipahan, Massa Temukan Barang Diduga Narkoba
Saat ini, masyarakat diminta tidak melintasi jalur tersebut demi keselamatan. BPBD juga mengimbau warga tetap waspada, terutama di titik-titik yang memiliki kondisi serupa.(*2)
Editor : Edwar Yaman