Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Inhil Belum 100 Persen BBM Satu Harga, Progres Masih 65 Persen

M Ali Nurman • Selasa, 21 April 2026 | 19:20 WIB
Sekda Inhil, Tantawi Jauhari. (DOK RIAUPOS.CO)
Sekda Inhil, Tantawi Jauhari. (DOK RIAUPOS.CO)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum masuk dalam daftar daerah yang mencapai implementasi 100 persen program BBM Satu Harga Tahap IV tahun 2025-2026. Hal itu tertuang dalam surat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor T-138/MG.05/DBBM/2026 tertanggal 14 April 2026.

Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring BPH Migas, hingga April 2026 progres pembangunan penyalur BBM Satu Harga di Inhil masih berstatus "dalam proses". Sejumlah titik yang telah ditetapkan belum seluruhnya beroperasi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Inhil Herman melalui Sekretaris Daerah Tantawi Jauhari menegaskan, Pemkab tetap berkomitmen penuh menyukseskan program strategis nasional tersebut.

Baca Juga: Kantor Desa Dikepung Warga, Kades Belantaraya Inhil Didesak Mundur, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan

"Kami sangat serius mengawal program BBM Satu Harga. Belum masuknya Inhil dalam daftar 100 persen implementasi bukan berarti berhenti. Saat ini kami masih intensif berkoordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga untuk percepatan pembangunan penyalur dan sub penyalur di beberapa wilayah," ujarnya, Selasa (20/4/2026).

Ia menjelaskan, karakteristik wilayah Inhil yang didominasi perairan dan kawasan pesisir menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah lokasi pembangunan berada di wilayah kepulauan yang memerlukan penanganan khusus.

"Transportasi material, perizinan lahan hingga aspek keamanan menjadi perhatian utama. Ini yang membuat prosesnya membutuhkan waktu lebih panjang," jelasnya.

Baca Juga: Potensi Hujan Lebat dan Petir, BPBD Kampar Imbau Warga Kampar Tetap Waspada 

Saat ini, capaian implementasi BBM Satu Harga Tahap IV di Inhil telah mencapai lebih dari 65 persen. Titik yang belum beroperasi sebagian masih dalam tahap konstruksi serta menunggu perizinan operasional dari BPH Migas.

Pemkab menargetkan seluruh titik Tahap IV dapat rampung 100 persen pada akhir 2026. "Kami optimistis masyarakat di wilayah terpencil segera menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di kota," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Depot Pertamina Seberang Tembilahan, Fahrudi, memastikan stok BBM subsidi di wilayah Inhil dalam kondisi aman dan mencukupi. "Untuk Pertalite dan Solar, stok saat ini aman. Distribusi ke SPBU dan penyalur BBM Satu Harga tetap berjalan normal," ujarnya.

Baca Juga: 41 Ribu Kepala Keluarga di Kepulauan Meranti Bakal Terima Bantuan Pangan Nontunai

Ia menambahkan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Inhil guna mendukung kelancaran distribusi hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Program BBM Satu Harga merupakan kebijakan pemerintah melalui BPH Migas untuk menjamin ketersediaan serta keterjangkauan harga BBM jenis Pertalite dan Solar, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).(*2)

 

Editor : Rinaldi
#kabupaten inhil #dalam Proses #bbm satu harga