TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kabar kurang baik datang dari rombongan jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang tergabung dalam Kloter 07 BTH. Satu orang jemaah terpaksa menunda keberangkatannya ke Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang menurun saat berada di Batam, Selasa (5/5/2026).
Jemaah tersebut bernama Abdul Hamid bin Abu Hasan, warga Kecamatan Batang Tuaka. Ia saat ini masih menjalani pemeriksaan dan pemantauan intensif di Asrama Haji Batam.
Dari hasil pemeriksaan ulang yang dilakukan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Batam, sebanyak 306 dari total 307 jamaah dinyatakan layak terbang (fit to fly). Sementara Abdul Hamid belum diizinkan berangkat karena harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga: Kakanwil Kemenkum Riau Lantik Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris, Ingatkan Integritas
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Inhil H Guspiandi, menjelaskan bahwa keputusan penundaan diambil demi keselamatan jemaah.
"Tim medis menemukan adanya penurunan saturasi oksigen, sehingga yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit di Batam untuk mendapatkan perawatan intensif,"ujarnya.
Meski demikian, kondisi Abdul Hamid kini dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi lanjutan serta surat keterangan layak terbang dari BKK Batam.
Baca Juga: Tanggapi Laporan Masyarakat, Propam Polres Kuansing Lakukan Pemeriksaan Seorang Anggota Polisi
"Alhamdulillah, kondisi beliau sudah berangsur membaik. Kita berharap segera dinyatakan fit to fly sehingga bisa menyusul keberangkatan," tambahnya.
Jika telah dinyatakan layak terbang, Abdul Hamid direncanakan diberangkatkan pada kloter berikutnya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Inhil juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Abdul Hamid agar dapat segera menunaikan ibadah haji dengan lancar hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.(*2)
Editor : Edwar Yaman