Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Abrasi di Kuala Enok, 13 Kepala Keluarga Terdampak

Tim Redaksi • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:01 WIB
Abrasi. (JPG)
Abrasi. (JPG)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Abrasi terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (16/6). Akibatnya 13 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain merusak rumah warga dan tempat usaha, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp320 juta.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), abrasi terjadi di kawasan Pasar Kuala Enok dan Jalan Kampung Jawa. Peristiwa tersebut dipicu pengikisan tanah akibat hantaman ombak laut yang diperparah kondisi tanah yang labil.

Dampak terparah terjadi di kawasan Jalan Kampung Jawa AEC. Tiga rumah warga mengalami rusak berat dan berada dalam kondisi terancam ambruk. Untuk menghindari risiko yang lebih besar, penghuni rumah terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansah mengatakan, saat ini terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Dua keluarga mengungsi ke rumah kerabat, sedangkan satu keluarga lainnya menempati rumah negara.

“Tim langsung turun melakukan kaji cepat dan membantu proses evakuasi warga yang rumahnya terancam. Bantuan kebutuhan pokok juga sudah disalurkan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Selain rumah warga, abrasi turut merusak fasilitas umum berupa vihara, jalan umum dan pelabuhan. Di kawasan Pasar Kuala Enok, sejumlah bangunan usaha warga seperti warung kopi dan toko sembako juga terdampak akibat longsoran tanah di tepi pantai.

Baca Juga: Longsor di Tanah Merah Inhil, Belasan Rumah dan Fasilitas Umum Terjun ke Laut

BPBD memperkirakan total kerugian akibat abrasi di dua lokasi mencapai sekitar Rp320 juta. Meski menyebabkan kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Menurut Arliansah, kondisi di lapangan masih perlu diwaspadai karena potensi abrasi susulan masih mungkin terjadi. Hantaman ombak laut yang terus mengikis daratan serta kondisi tanah yang labil berisiko memicu longsoran lanjutan.

Karena itu, BPBD bersama unsur Polri, TNI AL, pemerintah kecamatan dan kelurahan masih melakukan pemantauan di lokasi. Masyarakat yang tinggal di sekitar titik abrasi juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah pengamanan lokasi abrasi serta bantuan bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita yang berada di kawasan terdampak,” ujarnya.(*2)

Editor : Arif Oktafian
#KualaEnok #inhil #abrasi