TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Abrasi kembali menerjang kawasan Pasar Kuala Enok, Jalan Merdeka, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dalam tiga hari terakhir, bencana yang terjadi di wilayah pesisir tersebut telah menyebabkan belasan rumah dan bangunan warga runtuh akibat terkikis arus pasang surut.
Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Sedikitnya empat rumah warga kembali ambruk ke sungai setelah tanah di tepian sungai mengalami longsor.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, lokasi longsor berada di kawasan padat penduduk Pasar Kuala Enok, tidak jauh dari warung milik Ketua RT setempat. Kondisi tanah yang terus tergerus arus pasang surut selama beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsor susulan.
Baca Juga: Pemkab Meranti dan Pemprov Riau Bakal Bangun 12 Rumah Korban Abrasi
Salah seorang warga, Samsul mengatakan suasana panik sempat terjadi saat tanah tiba-tiba amblas dan menyeret bangunan yang berdiri di atasnya.
"Kejadiannya cepat sekali. Sekitar pukul 12.30 WIB terdengar suara kayu patah disertai gemuruh. Warga langsung berteriak meminta penghuni rumah keluar menyelamatkan diri. Hari ini ada sekitar lima sampai delapan rumah lagi yang tumbang ke arah sungai," ujarnya.
Menurut Samsul, abrasi yang terjadi sejak tiga hari terakhir membuat warga yang tinggal di sepanjang tepian sungai diliputi rasa khawatir. Mereka takut longsor kembali terjadi karena titik abrasi terus bergeser mendekati bangunan lainnya.
Baca Juga: Indra Gunawan Wakili Ketua DPRD Se-Riau, Beri Sambutan Penyerahan LHP BPK RI
"Kami sekarang benar-benar cemas. Abrasi ini terus bergerak dan mengancam rumah-rumah warga yang masih berdiri di sekitar lokasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah membenarkan persitiwa tersebut. "Benar, ada 4 rumah dan 2 lapak jualan yang mengalami longsor, dengan total 66 KK," ucapnya.
Hingga Kamis sore, warga bersama aparat setempat masih melakukan evakuasi barang-barang yang dapat diselamatkan dari rumah yang terdampak maupun bangunan yang berada di sekitar titik longsor.
Baca Juga: DPRD Kampar Terima SK PAW Fraksi PAN, Idris Gantikan Irwan Saputra
Berdasarkan data sementara, total bangunan yang rusak akibat abrasi selama tiga hari terakhir mencapai belasan unit. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan darurat untuk mencegah abrasi semakin meluas. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya solusi jangka panjang guna melindungi kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi warga dari ancaman abrasi yang terus terjadi.(*2)
Editor : Rinaldi