TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Perjalanan 46 penumpang tujuan Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir (Inhil) nyaris berakhir petaka. Speedboat (SB)/perahu cepat Karya Budi yang berangkat dari Kuala Tungkal, Jambi karam setelah dihantam ombak besar di Perairan Pulau Busung, Kecamatan Mandah, Selasa (14/7).
Informasi yang dihimpun, insiden bermula saat cuaca di tengah perjalanan mendadak memburuk. Ombak besar berulang kali menghantam badan perahu cepat hingga sambungan papan lambung merenggang. Air laut pun mulai masuk ke dalam speedboat dan kondisi semakin membahayakan.
Menyadari speedboat tidak lagi aman, nakhoda segera mengambil keputusan mengarahkan speedboat ke kawasan pesisir hutan bakau. Kapal sengaja dikandaskan di tepi pantai agar seluruh penumpang dapat segera dievakuasi. Tak lama kemudian, speedboat tersebut karam.
Baca Juga: Reforma Agraria di Inhil Dipercepat, 3.811 Hektare Lahan Bekas HGU Disiapkan untuk Masyarakat
Seorang penumpang bernama Daus mengaku sempat merasakan guncangan keras akibat ombak besar sebelum kapal dikandaskan. “Ombaknya memang besar, dari dalam boat terasa sekali guncangannya. Tiba-tiba kami terkejut saat boat menghantam pohon bakau di tepi pantai,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (15/7).
Menurut Daus, sesaat setelah kapal berhenti terdengar teriakan agar seluruh penumpang segera turun. Tanpa berpikir panjang, dirinya bersama penumpang lainnya bergegas menyelamatkan diri ke daratan. “Sebelum bantuan datang kami menunggu di pantai. Beberapa saat kemudian baru boat yang kami tumpangi karam,” katanya.
Seluruh penumpang kemudian dievakuasi menggunakan SB Karya Budi 6 menuju Pelabuhan Sungai Guntung. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kasatpolairud Polres Inhil Iptu Imbang Perdana melalui Kanit Gakkum Ipda Rakhmad Hidayat membenarkan kejadian itu.
Ia menjelaskan kapal mengalami kebocoran setelah dihantam ombak besar sehingga air laut masuk ke lambung kapal. “Benar, telah terjadi kandasnya SB Karya Budi di perairan Pulau Busung. Kapal dihantam ombak besar yang mengakibatkan papan lambung merenggang dan air masuk. Nakhoda kemudian mengambil tindakan cepat dengan mengandaskan kapal ke tepi pantai,” ujarnya.
Rakhmad menambahkan, kesigapan nakhoda menjadi faktor utama yang menyelamatkan seluruh penumpang. Ia juga mengimbau seluruh operator angkutan laut dan nakhoda agar selalu memastikan kapal dalam kondisi laik berlayar serta perlengkapan keselamatan, terutama jaket pelampung, tersedia dan mudah dijangkau penumpang.
“Sebelum kapal bertolak, pastikan life jacket dalam kondisi baik dan mudah diakses. Keselamatan masyarakat di atas kapal harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.(*2)
Editor : Arif Oktafian