TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Bencana abrasi kembali menerjang Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (18/7). Sedikitnya tujuh rumah warga, satu pelabuhan tambat kapal, serta sekitar 200 meter jalan jerambah kayu rusak akibat longsor yang dipicu hantaman ombak laut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.50 WIB itu berlangsung di Jalan Almujahiddin RT 002/RW 004 dan Jalan Nirwana RT 001/RW 005. Abrasi menggerus bibir pantai hingga menyebabkan rumah warga dan fasilitas umum terdampak.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga lanjut usia bernama Hj Marwiyah (65) nyaris menjadi korban. Ia sempat terbawa arus karena tidak sempat keluar dari rumah saat tanah longsor, namun berhasil diselamatkan warga sekitar.
Baca Juga: Abrasi Kembali Terjadi di Tanah Merah, Tujuh Rumah Rusak dan Lansia Nyaris Terseret Arus
Dari data yang dihimpun, sebanyak tujuh rumah yang dihuni delapan kepala keluarga atau 25 jiwa terdampak bencana tersebut. Terdiri dari 12 laki-laki dan 13 perempuan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu.
Selain merusak permukiman, abrasi juga mengakibatkan pelabuhan tambat kapal dan jalan jerambah kayu sepanjang sekitar 200 meter mengalami kerusakan. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Baca Juga: Pemkab Inhil Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan Doorprize dan 40 Stand UMKM
Kalaksa BPBD Inhil Raja Arliansyah mengatakan, abrasi dipicu terkikisnya tanah akibat hantaman ombak laut serta kondisi kontur tanah yang labil. Potensi abrasi susulan masih mungkin terjadi apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
“Kami telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan aparat setempat, serta mengidentifikasi dampak bencana. Penanganan awal difokuskan pada pengamanan lokasi dan pendataan warga terdampak,” ujarnya.
Baca Juga: Tiga Bulan Resahkan Warga, Buaya 2,5 Meter di Sungai Gaung Akhirnya Dievakuasi
Ia menambahkan, BPBD merekomendasikan penanganan segera berupa bantuan kepada warga terdampak serta kajian teknis penanggulangan abrasi untuk mencegah bencana susulan. Sementara itu, aliran listrik di rumah yang terdampak diputus sementara demi alasan keselamatan, sedangkan rumah di sekitar lokasi masih tetap dialiri listrik.
“Kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi agar berhati-hati, karena dikhawatirkan bakal terjadi abrasi susulan,” tutupnya.(*2)
Laporan Ali Nurman, Tembilahan
Editor : Arif Oktafian