TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Herman SE MT menegaskan sikap Pemerintah Kabupaten Inhil yang menolak adanya kegiatan terkait LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Penegasan itu disampaikannya saat membuka pertemuan koordinasi dan advokasi upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) di salah satu hotel di Tembilahan, Rabu (22/7).
Bupati Herman mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan tidak boleh ada kegiatan yang berkaitan dengan LGBT di Kabupaten Inhil. Ia juga mengimbau masyarakat menghindari perilaku yang menurutnya menyimpang.
”Gaya hidup yang berkaitan dengan LGBT itu, kita sudah tetapkan tidak boleh lagi ada kegiatan seperti itu,” kata Herman.
Baca Juga: Di Tengah Pembahasan HIV/AIDS, Bupati Inhil Herman Tegaskan Tolak LGBT
Selain menegaskan sikap tersebut, Herman mengingatkan bahwa Kabupaten Inhil masih menghadapi persoalan HIV/AIDS yang membutuhkan perhatian serius.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sektor kesehatan, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa, memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan malaria melalui kolaborasi lintas sektor.
”Penanganan penyakit ATM tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan saja. Penanggulangan HIV/AIDS memerlukan peran dan sinergi lintas sektor agar target eliminasi dapat tercapai,” ujarnya.
Herman juga memaparkan perkembangan kasus TBC di Inhil. Pada 2025 tercatat 1.131 kasus dengan penemuan 2.221 penderita atau sekitar 50 persen. Sementara hingga 2026 tercatat 382 kasus dengan penemuan 1.908 penderita atau sekitar 20 persen.
Untuk malaria, sejak Januari hingga 13 Juli 2026 tercatat sebanyak 1.880 kasus. Menurut Herman, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar masyarakat terlindungi dari berbagai penyakit menular tersebut.
”Maka dari itu perlunya pencegahan untuk melindungi masyarakat,” tutupnya.(*2)
Editor : Arif Oktafian