Harimau Kembali Muncul di Inhil

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:04 WIB
Harimau sumatera kembali terlihat berkeliaran di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (27/7/2026). (Warga UNTUK RIAU POS)
Harimau sumatera kembali terlihat berkeliaran di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (27/7/2026). (Warga UNTUK RIAU POS)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -  Ancaman harimau sumatera di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum berakhir. Setelah memangsa sapi ternak milik warga pekan lalu, satwa dilindungi itu kembali dilaporkan muncul, Senin (27/7). 

Kondisi tersebut membuat warga diminta tetap waspada saat beraktivitas di sekitar kebun dan kawasan yang berbatasan dengan hutan. Menyikapi laporan tersebut, Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Polsek Pulau Burung dan Pemerintah Desa Sungai Danai turun langsung ke lokasi, Selasa (28/7). 

Tim melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan keberadaan harimau sekaligus menyusun langkah mitigasi. Dalam kegiatan itu, petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur lintasan satwa berdasarkan informasi masyarakat. 

Baca Juga: Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Pedagang Pasar Yos Sudarso

Hasil pengecekan menemukan jejak kaki yang diduga milik harimau. Jejak tersebut kemudian diidentifikasi dan diukur sebagai bahan analisis lanjutan oleh tim BBKSDA Riau.

Selain melakukan identifikasi jejak, tim juga memasang camera trap di lokasi yang diperkirakan menjadi jalur perlintasan harimau. Peralatan tersebut akan digunakan untuk merekam aktivitas satwa sehingga memudahkan petugas menentukan langkah penanganan berikutnya.

Kapolsek Pulau Burung Iptu Danu Hidayat SH MH mengatakan, kepolisian bersama BBKSDA terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Harimau Kembali Muncul di Pulau Burung Inhil, BKSDA Pasang Kamera Trap

“Kami bersama tim BBKSDA terus melakukan pemantauan di lokasi. Camera trap telah dipasang di beberapa titik yang diduga menjadi jalur lintasan harimau untuk mengetahui pola pergerakan satwa tersebut,” ujarnya, Selasa (28/7).

Selama proses mitigasi berlangsung, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas seorang diri di kebun maupun kawasan hutan, terutama pada pagi, sore, dan malam hari. Warga diminta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Pulau Burung jika menemukan jejak maupun kembali melihat kemunculan harimau.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada. Jika kembali melihat harimau atau menemukan jejaknya, segera laporkan kepada petugas dan jangan mencoba mendekati satwa tersebut,” tegas Danu.

Baca Juga: Perdana Pimpin Apel, Kapolres Inhil Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Dampak kemunculan harimau juga dirasakan di sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di Desa Sungai Danai dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah hingga situasi dinyatakan aman.

Sementara itu, BBKSDA Riau akan terus memantau hasil rekaman kamera trap. Jika aktivitas harimau masih terdeteksi, tim akan memasang kandang jebak sebagai bagian dari upaya mitigasi sesuai prosedur penanganan satwa liar.

Harimau di Sungai Apit Belum Terdeteksi

Sementara itu, Tim BBKSDA Riau masih berupaya mendeteksi keberadaan harimau di Sungai Apit, Siak. Namun hingga Selasa (28/7) menjelang petang, hewan buas terancam punah itu belum terlihat keberadaannya.

Baca Juga: Demi Keselamatan Siswa Akibat Kemunculan Harimau, Disdik Inhil Liburkan Pembelajaran Tatap Muka di Sungai Danai

Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) kini tengah berada di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, dalam upaya mitigasi konflik harimau dan manusia tersebut.

Tim telah tiba di lokasi dan melakukan serangkaian langkah penanganan di lapangan. Selain berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan dan masyarakat setempat, kata Supartono, tim juga langsung melakukan upaya deteksi keberadaan harimau yang dimaksud.

‘’Pemantauan udara menggunakan drone juga dilakukan untuk memantau keberadaan harimau sumatera dan kondisi tutupan lahan. Namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau sumatera,’’ ujar Supartono.

Hasil pengecekan lokasi, jarak tempuh dari Kota Siak Sri Indrapura menuju lokasi memakan waktu cukup lama. Jarang tempuh dari Dusun Tanjung Pal, wilayah perkampungan Kecamatan Sungai Apit yang terdekat dengan Kota Siak, perlu lima jam perjalanan ke lokasi.

‘’Tim BBKSDA Riau berkoordinasi dengan Camat Sungai Apit dan difasilitasi transportasi pompong milik Pemerintah Kabupaten Siak dengan waktu tempuh sekitar 5 jam dari Tanjung Pal menuju Teluk Lanus,’’ ujar Supartono.

Sementara hasil pengecekan lewat drone, kawasan tersebut memang masih ideal sebagai habitat harimau. Pasalnya, menurut Supartono, kawasan tersebut masih memiliki tutupan hutan yang baik.

Titik kemunculan harimau yang dilaporkan menyerang manusia itu sendiri berada di Areal Penggunaan Lain (APL). Adapun kawasan konservasi terdekat dengan lokasi kejadian adalah Suaka Margasatwa Tasik Belat.

Untuk pemantauan lebih lanjut, Tim WRU BBKSDA Riau memasang dua unit camera trap di sekitar lokasi kejadian. Supartono memastikan tim masih berada di lokasi untuk beberapa hari ke depan.

‘’Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan pemantauan dan pendalaman di lapangan serta berkoordinasi dengan para pihak terkait guna menentukan langkah penanganan selanjutnya,’’ sebut Supartono.(*2/end)

Editor : Arif Oktafian
indragiri hilir bbksda riau harimau sumatera