TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Teror monyet liar di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga berakhir. Hingga Kamis (30/7), sedikitnya delapan warga dilaporkan menjadi korban gigitan satwa liar tersebut.
Sebagian korban mengalami luka cukup serius hingga harus mendapatkan jahitan dan penanganan medis. Seluruh korban berasal dari lokasi yang berbeda di wilayah Tembilahan Hilir. Kondisi itu mengindikasikan monyet liar tersebut terus berpindah-pindah tempat sehingga meningkatkan potensi munculnya korban baru.
Merespons laporan masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil menerjunkan sekitar 15 personel untuk melakukan pencarian dan penangkapan monyet liar. Penyisiran dilakukan sejak 25 Juli dan dipimpin langsung Kepala DPKP Inhil, Junaidi Ismail.
Baca Juga: Warga Pulau Kijang Manfaatkan Sidang Keliling Itsbat Nikah PA Tembilahan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, monyet itu pertama kali terlihat di kawasan RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari berikutnya, satwa tersebut berpindah hingga ke sekitar Jalan Handayani. Warga Lorong Cempaka juga mengaku sempat melihat dua ekor monyet berkeliaran.
Akibat serangan itu, sejumlah korban harus menjalani perawatan medis. Zulianda (35) telah menerima vaksin dan menjalani pengobatan di Puskesmas Gajah Mada. Sementara Misnawati (62) dirawat di RSUD Puri Husada setelah mengalami luka gigitan yang mengharuskannya mendapat 14 jahitan serta suntikan antirabies.
Menurut keterangan warga, monyet tersebut menyerang secara tiba-tiba. Bahkan, dalam salah satu kejadian, satwa liar itu masuk ke bawah kolong rumah saat korban sedang beristirahat sebelum akhirnya menerkam korban.
Baca Juga: Viral Video Korban Serangan Harimau Disebut Terjadi di Pulau Burung Inhil, Polisi Sebut Tidak Benar
Dalam proses pencarian, personel Damkar juga mendapat bantuan dari kepolisian. Petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian monyet dengan membawa senapan angin sebagai langkah antisipasi apabila satwa tersebut kembali menyerang dan membahayakan masyarakat maupun petugas.
“Sejak laporan kami terima, kami langsung menurunkan sekitar 15 personel untuk melakukan pencarian. Tim terus menyisir sejumlah lokasi karena keberadaan monyet ini selalu berpindah-pindah,” ujar Junaidi.
Ia menegaskan pencarian akan terus dilakukan hingga satwa tersebut berhasil diamankan agar tidak kembali menimbulkan korban di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Pedagang Pasar Yos Sudarso
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap monyet tersebut sendiri. Jika melihat keberadaannya, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman dan tidak menimbulkan korban baru,” tutupnya.(*2)
Laporan ALI NURMAN, Tembilahan
Editor : Arif Oktafian