Korban Gigitan Monyet Liar Bertambah Empat Orang

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Seorang korban serangan monyet liar yang mengalami luka gigitan di leher belakang, menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan, Indragiri Hilir, Senin (3/8/2026).  (WARGA UNTUK RIAU POS)
Seorang korban serangan monyet liar yang mengalami luka gigitan di leher belakang, menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan, Indragiri Hilir, Senin (3/8/2026). (WARGA UNTUK RIAU POS)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Teror monyet liar di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga berakhir. Hingga, Senin (3/8) tercatat korban gigitan primata tersebut bertambah empat orang sehingga total menjadi 15 orang.

Korban terbaru merupakan seorang anak yang mengalami luka gigitan di bagian leher dan harus menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan. Sebelumnya, seorang pria dewasa juga menjadi korban setelah diserang monyet di kawasan Lorong Kubur. Korban mengalami luka gigitan di bagian belakang tubuh dan sempat mendapatkan penanganan medis.

Rangkaian serangan satwa liar tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Kemunculan monyet dilaporkan berpindah-pindah di sejumlah titik, mulai dari Lorong Bintan, Lorong Sepakat Karya, Jalan Malagas, Lorong Sederhana, Lorong Brata, Lorong Kubur, Jalan Setia Budi, Gang Kubur hingga kawasan Parit 15 Hilir, Kelurahan Tembilahan Hilir.

Baca Juga: Pasar Sungai Gantang Inhil Akan Dibangun tahun 2027, 87 Pedagang Dijamin Tetap Terakomodasi

Mayoritas korban mengalami luka gigitan di tangan, kaki maupun bagian tubuh lainnya dan harus mendapatkan vaksin antirabies. Di tengah bertambahnya jumlah korban, seekor monyet yang diduga menjadi pelaku rangkaian serangan terhadap warga ditemukan mati akibat tertembak di kawasan Parit 15 Hilir. 

Namun hingga kini belum diketahui siapa yang melakukan penembakan maupun kronologi pasti kejadiannya. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Inhil, Wardanus, membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, sebelum ditemukan mati, monyet itu sempat masuk ke bengkel dan mengejar anak-anak di sekitar lokasi.

“Benar, tetapi saya tidak tahu siapa yang menembaknya. Monyet itu masuk ke sebuah bengkel dan sempat mengejar anak-anak di kawasan Parit 15 Hilir,” ujar Wardanus.

Baca Juga: Kasus Malaria Rohil Jadi Perhatian, Komisi D DPRD Jadwalkan Panggil Diskes

Sementara itu, Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan di lapangan. Sebab, belum dapat dipastikan apakah monyet yang ditemukan mati merupakan satu-satunya satwa yang selama ini menyerang warga.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila kembali melihat monyet liar. Jangan mencoba menangkap atau mengusir sendiri karena dapat membahayakan keselamatan,” tegas Ari.(*2)

 

Editor : Arif Oktafian
monyet liar Gigitan Monyet tembilahan