Inflasi Kota Tembilahan Juli 2026 Capai 3,81 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu

M Ali Nurman • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 23:52 WIB

 

Wakil Bupati Inhil Yuliantini bersama unsur Forkopimda dan OPD mengikuti rilis inflasi daerah periode Juli 2026 yang digelar BPS Kabupaten Inhil di Aula Bapperida, Senin (3/8/2026). (Istimewa).
Wakil Bupati Inhil Yuliantini bersama unsur Forkopimda dan OPD mengikuti rilis inflasi daerah periode Juli 2026 yang digelar BPS Kabupaten Inhil di Aula Bapperida, Senin (3/8/2026). (Istimewa).

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO)-- Inflasi Kota Tembilahan pada Juli 2026 tercatat mencapai 3,81 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi pada periode tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tembilahan pada Juli 2026 berada di angka 113,13. Selain komoditas pangan, beberapa kebutuhan masyarakat lainnya juga mengalami kenaikan harga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menyatakan akan memperkuat langkah pengendalian inflasi agar kondisi tersebut tidak berdampak terhadap daya beli masyarakat.

 Baca Juga: Technical Meeting Riau Pos-HSBL Siak Series 2026, SMAN 2 Tualang vs SMAN 1 Koto Gasib Tampil di Laga Pembuka

Wakil Bupati Inhil Yuliantini mengatakan pengendalian inflasi dilakukan melalui pemantauan harga secara berkala, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjaga kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok.

"Tentunya kami akan melakukan langkah antisipatif melalui monitoring dan evaluasi, pemantauan harga secara berkala, serta memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi," ujar Yuliantini usai mengikuti rilis inflasi daerah di Kantor Bapperida Inhil, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, menjaga stabilitas harga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi agar tekanan inflasi dapat dikendalikan.

"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," katanya.

 Baca Juga: Melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Pria Asal Siak Tenggelam di Sungai Kampar

Data inflasi tersebut disampaikan BPS Inhil dalam rilis inflasi daerah periode Juli 2026 yang digelar bersama Pemkab Inhil di Aula Bapperida Inhil. Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, OPD, dan instansi terkait.

Pemkab Inhil berharap pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.(*2)

 

Editor : Edwar Yaman
wabup inhil yuliantini inflasi harga pangan kota tembilahan