Dampak Teror Monyet, Sekolah Wilayah Terdampak di Tembilahan Terapkan Belajar Daring

M Ali Nurman • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:58 WIB
Camat Tembilahan Ari Syuria bersama pihak Disdik Inhil memimpin rapat koordinasi penanganan dampak teror monyet liar di aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8/2026). (Istimewa)
Camat Tembilahan Ari Syuria bersama pihak Disdik Inhil memimpin rapat koordinasi penanganan dampak teror monyet liar di aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8/2026). (Istimewa)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Teror monyet liar yang masih terjadi di Kecamatan Tembilahan kini berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah memutuskan sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak menerapkan pembelajaran secara daring selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026, sebagai langkah mengutamakan keselamatan peserta didik.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang digelar di aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8/2026), yang dihadiri Pemerintah Kecamatan Tembilahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kepala sekolah, komite sekolah, koordinator wilayah pendidikan, serta unsur terkait.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, kebijakan belajar dari rumah diberlakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan. Teror monyet liar yang telah menyebabkan belasan warga menjadi korban menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak saat berangkat maupun pulang sekolah.

Baca Juga: Dua Kecamatan di Meranti Krisis Listrik, PLN Akui Pembangkit Bermasalah Tanpa Cadangan

"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama kami. Karena itu, seluruh pihak sepakat menerapkan pembelajaran daring selama tiga hari sebagai langkah antisipasi hingga situasi benar-benar aman," ujar Ari Syuria.

Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan penanganan monyet liar yang hingga kini masih dilakukan oleh tim gabungan.

"Kami berharap masyarakat memahami keputusan ini. Orang tua juga diharapkan mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah. Jika kondisi sudah dinyatakan aman, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan pada 10 Agustus 2026," katanya.

Baca Juga: Dihadapan Kepala Daerah Tiga Negara, Irjen Herry Tegaskan Kerusakan Lingkungan Berpotensi Menjadi Ancaman Keamanan

Selama penerapan pembelajaran daring, sekolah diminta tetap memastikan proses belajar mengajar berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah Kecamatan Tembilahan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan monyet liar agar aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, dapat kembali berlangsung normal.

Masyarakat diimbau tetap waspada, mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, serta segera melapor kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan monyet liar di lingkungan permukiman.(*2)

Camat Tembilahan Ari Syuria bersama Disdik Inhil memimpin rapat koordinasi penanganan dampak teror monyet liar di aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8/2026). (Istimewa)

Editor : Rinaldi
teror monyet di tembilahan aktivitas pendidikan belajar daring