Monyet Diduga Penyerang Warga di Tembilahan Tertangkap

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Seekor monyet masuk perangkap Tim WRU BBKSDA Riau di Kecamatan Tembilahan Inhil, Kamis (6/8/2026). (BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)
Seekor monyet masuk perangkap Tim WRU BBKSDA Riau di Kecamatan Tembilahan Inhil, Kamis (6/8/2026). (BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Monyet liar yang diduga telah menggigit 18 warga di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya tertangkap, Kamis (6/8). Primata ini ditangkap dalam operasi gabungan di Jalan Tampomas Parit 14.

Meski demikian, pemerintah belum memastikan satwa tersebut merupakan monyet yang selama ini menyerang warga. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih melakukan identifikasi untuk memastikan kesesuaian ciri-ciri, perilaku, serta kemungkinan keterkaitannya dengan rangkaian serangan yang terjadi selama hampir dua pekan terakhir.

Penangkapan tersebut menjadi perkembangan penting setelah tim gabungan beberapa hari terakhir melakukan pemantauan intensif dan memasang perangkap di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur lintasan monyet.

Baca Juga: BBKSDA Riau Tangkap Monyet Tembilahan, Langsung Diobservasi

Operasi ini melibatkan BBKSDA Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Polres Inhil, TNI, Pemerintah Kecamatan Tembilahan, relawan, hingga masyarakat.

Kepala DPKP Inhil Junaidi Ismail mengatakan, perangkap dipasang sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Tampomas Parit 14 setelah lokasi tersebut beberapa kali dilaporkan menjadi tempat kemunculan monyet. Sekitar pukul 14.20 WIB, seekor monyet masuk ke dalam perangkap yang telah dipasang menggunakan umpan. 

Tim gabungan kemudian mengevakuasi satwa tersebut ke Kantor DPKP untuk penanganan sementara sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh BBKSDA Riau. “Alhamdulillah, satu ekor monyet berhasil masuk ke dalam perangkap. Namun kami belum dapat memastikan apakah ini monyet yang selama ini meresahkan masyarakat. BBKSDA Riau akan melakukan pengamatan dan identifikasi terlebih dahulu,” ujar Junaidi.

Baca Juga: Mengapa Monyet Terus Menyerang? Ini Analisis Dokter Hewan

Menurutnya, identifikasi menjadi tahapan yang sangat penting agar pemerintah tidak terburu-buru menyatakan ancaman telah berakhir. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah monyet yang tertangkap memiliki karakteristik yang sama dengan satwa yang dilaporkan menyerang warga.

“Kalau hasil identifikasi menunjukkan ciri-cirinya sesuai, tentu ini menjadi perkembangan yang baik. Namun jika tidak, kami bersama BBKSDA akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanganan lainnya,” katanya.

Selama hampir dua pekan terakhir, kemunculan monyet liar telah menimbulkan keresahan di berbagai kawasan Kelurahan Tembilahan Hilir. Serangan dilaporkan terjadi di Lorong Bintan, Lorong Sepakat Karya, Jalan Malagas, Lorong Sederhana, Lorong Brata, Gang Kubur, Jalan Setia Budi, hingga Jalan Pangeran Hidayat.

Baca Juga: Diduga Monyet Penyerang Warga Tembilahan Berhasil Dijebak, BBKSDA Lakukan Identifikasi

Satwa tersebut menyerang warga secara tiba-tiba, baik saat berjalan kaki, berada di depan rumah, maupun ketika sedang beraktivitas. Akibat serangan tersebut, 18 warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mengalami luka gigitan dan cakaran. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis, termasuk vaksin antirabies sesuai prosedur. 

Rangkaian serangan itu juga memicu kekhawatiran masyarakat sehingga aktivitas warga di sejumlah kawasan menjadi terganggu. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat umum. Beberapa sekolah di wilayah terdampak sempat menerapkan pembelajaran daring setelah monyet beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya serangan terhadap siswa maupun guru.

Meski seekor monyet telah berhasil ditangkap, pemerintah meminta masyarakat tidak menganggap persoalan telah selesai. Warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena hasil identifikasi BBKSDA belum keluar dan belum ada kepastian bahwa monyet yang tertangkap merupakan pelaku serangan.

Baca Juga: Dampak Teror Monyet, Sekolah Wilayah Terdampak di Tembilahan Terapkan Belajar Daring

Camat Tembilahan, Ari Syuria, mengatakan BBKSDA Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pengejaran maupun penangkapan monyet liar secara mandiri apabila kembali terlihat. “BBKSDA mengingatkan agar masyarakat tidak memburu ataupun mengejar monyet liar. Satwa yang merasa terancam bisa bereaksi spontan dan menjadi lebih agresif sehingga membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.

Menurut Ari, tindakan yang tidak sesuai prosedur juga dapat memicu respons agresif apabila masih terdapat monyet lain di sekitar lokasi. Karena itu, penanganan satwa liar harus dilakukan petugas yang memiliki pengalaman dan peralatan memadai.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil bersama tim gabungan telah membuka Posko Penanggulangan Kera Liar sebagai pusat koordinasi apabila masyarakat kembali menemukan keberadaan monyet. “Kalau melihat monyet liar, jangan dikejar, jangan dipancing, apalagi mencoba menangkapnya sendiri. Segera laporkan ke posko agar petugas bisa segera turun ke lokasi dan melakukan penanganan sesuai prosedur,” tegasnya.

Baca Juga: Komisi III Soroti Lambannya Proses Lelang Pembangunan Pasar Yos Sudarso

Sementara itu, drh Yopan Rakhmatullah menjelaskan perilaku agresif monyet terhadap manusia dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya perubahan habitat, berkurangnya sumber pakan alami, meningkatnya interaksi dengan manusia, hingga kondisi kesehatan satwa.

Menurutnya, monyet yang terbiasa memperoleh makanan dari manusia juga berpotensi mengalami perubahan perilaku. Ketika sumber makanan berkurang atau satwa merasa terancam, respons agresif dapat muncul.

“Setiap kasus memiliki penyebab yang berbeda. Karena itu, perlu dilakukan pengamatan terhadap satwa yang tertangkap. Faktor lingkungan, kesehatan, maupun perilaku satwa harus diperiksa sebelum menyimpulkan penyebab agresivitasnya,” jelas Yopan.

Baca Juga: 2 Warga Lagi Jadi Korban Monyet Liar di Tembilahan

Ia menilai proses identifikasi yang dilakukan BBKSDA Riau tidak hanya bertujuan memastikan identitas monyet yang tertangkap, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(*2)

Hingga hasil identifikasi diumumkan, pemerintah belum menyatakan teror monyet di Kota Tembilahan telah berakhir. Tim gabungan tetap bersiaga dan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi kemunculan monyet, sementara masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat satwa liar berkeliaran di lingkungan permukiman.(*2)

 

Editor : Arif Oktafian
monyet liar inhil indragiri hilir bbksda riau tembilahan