TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir hingga Agustus 2026 mencapai 204,1 hektare dengan 613 titik panas (hotspot). Dari seluruh kecamatan, Gaung tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Data tersebut disampaikan dalam Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di Lapangan Upacara Kantor Bupati Inhil, Jumat (7/8/2026).
Apel dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Tantawi Jauhari mewakili Bupati Inhil. Hadir Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, Kasdim 0314/Inhil Mayor Inf Jakobus Hamonangan Haloho, unsur Forkopimda, kepala OPD, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, camat, perwakilan perusahaan, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga: BAIC BJ40 Plus Makin Garang di GIIAS 2026, Bridgestone Dueler A/T002 Pertegas DNA SUV Penjelajah
Sekda Tantawi mengatakan apel siaga merupakan tindak lanjut Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Tahun 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur menghadapi ancaman Karhutla pada musim kemarau.
"Seluruh instansi harus meningkatkan patroli, deteksi dini, koordinasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini," ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, luas Karhutla di Inhil mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir, yakni 340,75 hektare pada 2023, turun menjadi 254,3 hektare pada 2024, dan 166,6 hektare pada 2025. Namun hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar kembali mencapai 204,1 hektare dengan 613 hotspot.
Baca Juga: Pama SIP Angkatan 55 Polda Riau Serahkan 555 Bibit Pohon, Dukung Program Green Policing
Usai apel, Sekda bersama Kapolres dan unsur Forkopimda meninjau kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh kekuatan siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran.
Kesempatan yang sama, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto menyerahkan bibit pohon kepada Pemerintah Kabupaten Inhil, instansi terkait, dan masyarakat. Selain itu, dibagikan pula maklumat larangan membuka lahan dengan cara membakar. Kapolres menegaskan penanggulangan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak.
"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat luas," tegas AKBP Donny.(*2)
Editor : M. Erizal